Hits: 52

Tim PKM-VGK NeoHada, Universitas Sumatera Utara

Karya revolusioner berjudul NeoHada: Gedung Perkotaan Adaptif berbasis Solar-Piezoelectric dan Rooftop Farming, telah mewakili nama universitas dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2023. Program ini digelar oleh Direktorat Pembelajaran Mahasiswa (Ditbelmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjendiktiristek), dan Kemendikbudristek.

NeoHada merupakan inovasi dari lima mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), yakni Ananda Rizqullah, Paul Aldo Purba, Bilqis Tsurayya, Helki Immanuel Ginting, dan Alya Putri Natandini. Tidak hanya sampai PKM, NeoHada juga telah dipilih secara resmi untuk mewakili USU pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Tahun 2023 yang akan diselenggarakan di Universitas Padjadjaran pada 26 November hingga 1 Desember 2023 mendatang.

Bukan hanya sebuah nama, NeoHada juga memiliki filosofi tersendiri. Berasal dari bahasa Yunani, “Neo” yang berarti sesuatu yang baru atau diperbarui, serta mengambil inspirasi dari rumah adat Nias yang dikenal sebagai “Omo Hada”, menggambarkan peran rumah sebagai sebuah perahu saat terjadi banjir.

Filosofi di balik nama ini mencerminkan semangat tradisional yang dihadirkan dalam konteks modern. Diharapkan, NeoHada tidak hanya menjadi desain gedung perkotaan yang memadukan nilai tradisional dengan inovasi, tetapi juga membangun kota-kota yang kokoh (resilient cities) dalam menghadapi permasalahan banjir dan krisis pangan.

Cuplikan 3 Fitur NeoHada Pada Video YouTube.
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi (Tim PKM-VGK NeoHada))

Konsep desain NeoHada didasarkan pada tiga prinsip utama: Climatic, Energetic, dan Productive Architecture.

  1. Climatic Architecture:

Prinsip ini menitikberatkan pada desain gedung yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Atap gedung difungsikan sebagai penampung air hujan melalui teknologi Rain Harvesting System. Dengan cara ini, air hujan yang biasanya mengalir ke tanah dapat ditampung, mengurangi risiko banjir, dan diolah menjadi sumber air alternatif bagi penghuni.

Inovasi Gedung Perkotaan Anti Banjir dan Krisis Pangan Berbasis Energi Bersih Karya Mahasiswa USU Lolos Pimnas - www.mediapijar.com
Cuplikan Visualisasi Desain Gedung NeoHada Pada Video YouTube.
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi (Tim PKM-VGK NeoHada))
  1. Energetic Architecture:

Integrasi panel surya dan piezoelektrik dalam desain NeoHada menghasilkan sumber energi bersih dan terbarukan. Panel surya mengubah sinar matahari menjadi listrik, sedangkan panel piezoelektrik menangkap energi kinetik dari air hujan, menghasilkan aliran listrik. Dengan teknologi gabungan ini, NeoHada mampu menghasilkan energi secara mandiri.

  1. Productive Architecture:

Prinsip ini berfokus pada pemanfaatan lahan pertanian di atap gedung perkotaan, atau yang dikenal sebagai rooftop farming. Dengan memaksimalkan ruang di atas gedung-gedung perkotaan, NeoHada dapat menghasilkan berbagai produk pertanian termasuk cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, sawi, kangkung, dan lainnya. Selain memberikan manfaat ekonomi, hal ini juga turut berkontribusi pada ketahanan pangan di perkotaan.

Keberhasilan karya NeoHada mencerminkan kesatuan antara tradisi dan teknologi, menggambarkan semangat generasi muda dalam mencari solusi bagi tantangan kota modern. Prestasi mahasiswa USU ini diharapkan akan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, mengubah pandangan terhadap desain perkotaan yang berkelanjutan.

Leave a comment