Perlunya Pengoptimalisasian dan Diplomasi Sawit oleh Jakarta Consulting Group

Sumber Foto: Dokumentasi Panitia

Griffin Angelina Tobing / Miftahul Jannah Sima

Pijar, Medan. Potensi Indonesia dalam sektor pertanian dan perkebunan terkhususnya sawit tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, Indonesia adalah produsen minyak sawit (CPO) terbesar di dunia. Sepanjang sejarah, perkembangan industri sawit Indonesia sudah banyak melewati kebijakan, seperti denasionalisasi sampai peraturan eskpor dan pengelolahan sawit tersebut. Akan tetapi, masih banyak perubahan regulasi dan kebijakan yang diperlukan oleh pemerintah Indonesia agar pengelolahan sawit dapat dimaksimalkan

Mendukung peningkatan kebijakan sawit, Jakarta Consulting Group yang bergerak dalam bidang konsultasi kebijakan dan kerjasama antara perusahaan dengan pemerintah, membuka diskusi bebas virtual melalui Zoom meeting yang bertemakan “Mendukung Diplomasi Ekonomi” bersama Ir. Gamal Nasir, MS, Prof. Bungaran Saragih, Joko Supriyono, M.P Tumanggor, dan Dupito D. Simamora. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan opsi alternatif untuk pemerintah agar dapat meningkatkan kapabilitas ekonomi dan siap menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

The Jakarta Consulting Group sendiri atau disingkat The JCG, merupakan konsultan manajemen strategi yang biasa dikenal dalam bidang restrukturisasi, kepemimpinan, budaya perusahaan, family business, holding company management dan assessment. Sudah 10 tahun belakangan pula, JCG menambahkan dan melengkapi daftar pada portofolionya yaitu sebuah divisi CALM, yang merupakan akronim dari Communication, Advokasi, Lobbying, dan Meditation.

Webinar yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Februari 2021 ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube The Jakarta Consulting group. Partisipan yang mengikuti juga ada yang merupakan anggota kemitraan dan rektor dari beberapa Universitas tersohor di Indonesia.

Dapat dikatakan bahwa Indonesia saat ini masih harus banyak belajar dengan negara lain yang mampu meningkatkan nilai dari sumber daya yang dihasilkan di dalam negeri. Apalagi dijaman yang berkembang pesat ini, seluruh sektor menginginkan hasil jadi dibandingkan hasil mentah. Selain itu, penekanan yang paling penting dan sangat dibutuhkan Indonesia kedepannya adalah hubungan diplomasi ke negara lain agar dapat terbentuk dialog mengenai pengelolahan sawit Indonesia, begitulah ungkap salah satu pemateri, Ir. Gamal Nasir, Dirjen Perkebunan RI 2010-2016.

Mendukung pernyataan Ir. Gamal Nasir, pemateri lainnya yaitu Joko supriyono (Ketua Umum GAPKI) memberikan salah satu contoh diplomasi yang berhasil dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan negara Jepang dalam pengelolahan sawit. Dialog ini pun membangun hubungan mutualisme yang memberikan dampak positif di kedua negara.

“Indonesia punya sumber daya alam, Jepang punya teknologi yang canggih. Kerjasama yang sangat bagus,” tutur Joko Supriyono.

Selain itu, Indonesia perlu meningkatkan diplomasi ke negara-negara Eropa dan Amerika agar semua rencana dan kebijakan Indonesia dapat berjalan dengan baik serta mendapat keamanan yang pasti dari negara-negara besar dunia. Ide dari M.P Tumanggor, yaitu Ketua Umum APROBI, menyebutkan bahwa Indonesia harus menyusun strategi yang matang untuk memasuki pasar Eropa dan Amerika. Banyaknya pengaruh sektor ekonomi lainnya, mampu menghambat rencana pasar internasional yang disusun pemerintah.

“Sektor ekonomi yang lain akan selalu diperhatikan. Oleh karena itu, Indonesia perlu menyusun strategi yang matang,” kata M.P Tumanggor di tengah penyampaian materi.

Namun, selain adanya kerjasama terhadap negara lain, peran petani rakyatlah yang paling penting dalam pengembangan sawit yang ada di Indonesia.

“Memasuki masa reformasi sebenarnya faktor pendukung dalam pengembangan sawit ialah para petani rakyat, diluar dari kemitraan. Karena petani inilah pertanian semangkin meluas di Indonesia”, ungkap Mantan menteri pertanian RI tahun 2000-2004, Bungaran Saragih.

Penyampaian ide dan materi dari M.P Tumanggor adalah akhir dari sesi diskusi terbuka ini. Semua narasumber yakin bahwa Indonesia dapat meningkatkan pengelolahan sawit di masa depan jika mengambil langkah yang tepat dan rencana yang matang. Diharapkan pula dengan webinar dapat membuat masyarakat lebih andil dalam setiap perubahan, baik dalam hal kecil yang memiliki dampak besar, seperti dalam sektor pertanian ini.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *