Dira Claudia Bahroeny / Nabilla Chika

Pijar, Medan. Di era yang serba digital ini, personal branding merupakan suatu elemen penting untuk membedakan diri kita dengan milyaran sosok lain. Namun, tidak mudah untuk membentuknya agar sesuai dengan karakter kita. Topik ini pun menjadi pembahasan di acara Speak Up Day Webinar 6.0 yang mengangkat tema “Build Your Personal Branding and Create Brand Image” melalui video conference Zoom meeting pada minggu, (20/12).

Selaku penyelenggara, Intellectual Club of Public Relations (ICPR) Universitas Pakuan Bogor mengundang tiga narasumber yang cukup berpengalaman dalam pembentukan citra diri maupun citra pemerintahan. Terdapat Toto Sugiarto, S.H, M.Si. selaku tenaga ahli walikota Bogor bidang strategi, Elis Alisah sebagai influencer dengan akun Instagram @alicelsss, dan Adam Abednego selaku Co-founder & The Heart of Menjadi Manusia.

Dalam pembentukan image pemerintahan kota Bogor, Toto Sugiarto menjelaskan bahwa mereka sangat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial. Melalui akun Instagram @pemkotbogor, mereka membagikan kegiatan-kegiatan pemerintahan agar masyarakat kota Bogor dapat selalu terhubung dengan mereka. Tidak hanya itu, wali kota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum., M.A. juga memanfaatkan platform YouTube untuk membentuk citra pemerintahan yang energik dan dinamis.

Pembentukan citra atau image melalui media sosial, membuat Pemerintah Kota Bogor dibanjiri penghargaan. Pada 18 Desember 2020 lalu, Bogor berhasil meraih penghargaan pemerintah daerah terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Media sosial memang sangat mempermudah kita agar dapat lebih dikenal dengan personal branding yang kita buat. Hal yang sama juga berlaku pada Elis Alisah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Alice. Influencer asal kota hujan ini terkenal dengan image boyish-nya di Instagram. Untuk dapat membuat personal branding yang kuat, Alice berpendapat bahwa konsisten dan menjadi diri sendiri merupakan kuncinya.

“Aku mengukur seberapa kuat personal branding-ku dengan cara melihat seberapa banyak orang yang mengikuti gaya fashion-ku atau juga tahu tentang ciri khasku,” ujar Alice.

Ternyata, pembentukan citra atau image juga diperlukan dalam suatu brand. Hal tersebut dapat membuat brand lebih dikenal dengan ciri khas atau keunikannya. Menjadi Manusia merupakan salah satu wadah untuk mereka yang ingin berbagi dan mendengarkan cerita-cerita kehidupan dari berbagai sudut pandang.

Branding dari menjadi manusia adalah dengan “memanusiakan” sebuah brand sehingga dapat lebih relate dengan banyak orang. Terbukti melalui unggahan mereka di berbagai platform, bahwa mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang-orang yang memiliki anxiety berlebih. Sehingga dengan adanya platform ini, diharapkan agar mereka yang sedang berjuang tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya.

“Ketika semua media mencoba untuk menggiring opini, Menjadi Manusia mencoba untuk menggiring hati,” ujar Adam Abednego menutup webinar tersebut.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment