Hits: 15

Septrian Arnike / Aisha Tania Sinantan Sikoko

Pijar, Medan. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan semakin dekat dan semakin banyak pula dukungan bermunculan terhadap para pasangan calon (paslon). Masyarakat mulai menentukan pilhan mereka masing-masing. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan pun melaksanakan acara Debat Publik Pertama Pilkada Kota Medan pada Sabtu (7/10).

Debat pertama ini diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, dengan tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan. Siaran debatnya ditayangkan secara langsung melalui Youtube iNews TV dan Hupmas KPU Kota Medan, serta Facebook KPU Kota Medan. Dengan adanya acara debat ini, diharapkan masyarakat dapat menentukan, memantapkan, dan menggunakan hak pilih mereka pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Acara ini dihadiri oleh kedua paslon, perwakilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), perwakilan tim kampanye, dan perwakilan anggota KPU. Acara dibuka dengan perkenalan para paslon dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, pembawaan doa oleh Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), Bapak Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.A. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KPU Kota Medan, Bapak Agussyah R. Damanik. Tak kalah menarik, debat ini dibawakan oleh dua moderator, yaitu Dr. Rudianto, S.Sos, M.Si dan Febrina Permata.

Debat diawali dengan penyampaian visi dan misi dari kedua paslon. Pasangan calon nomor urut 1, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si dan H. Salman Alfarisi, LC., MA. atau mereka sebut Aman menuturkan, “Visi kami mewujudkan Kota Medan yan g cantik dan berkarakter. Menuju kota masa depan yang nyaman dan bahagia warganya.” Selain itu, misi mereka yaitu Medan berkarakter, Medan berkawan, Medan maju, dan Medan sejahtera.

Paslon nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution dan H. Aulia Rachman menyampaikan, “Dengan adanya Kolaborasi Medan Berkah menghasilkan visi mewujudkan masyarakat Medan yang berkah, maju dan kondusif melalui pembangunan kota tanpa adanya korupsi dan pungutan liar (pungli). Misi kami yaitu meningkatkan pendapatan guru-guru, meningkatkan pelayanan kesehatan terkhusus penerima BPJS, memfasilitasi pendidikan dengan memberikan 1000 beasiswa dan program S2 gratis untuk para guru.”

Debat yang terbagi dalam beberapa segmen ini mengangkat tema seputar kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, Covid 19, dan penanggulangan narkoba. Di mana seluruh pertanyaannya dibuat oleh lima panelis yang bertugas.

Cuplikan Akhir Acara Debat Pilkada Putaran Pertama. (Sumber foto: https://www.facebook.com/kpukotamedan/)
Cuplikan Akhir Acara Debat Pilkada Putaran Pertama. (Sumber foto: https://www.facebook.com/kpukotamedan/)

Pada sesi menjawab pertanyaan dengan tema kesejahteraan masyarakat terkait kebijakan atau program konkrit untuk menekan tingkat pengangguran, pertanyaan tersebut pun dituju kepada paslon nomor urut 1 agar dapat menjawabnya. “Dengan membuat program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan pelatihan dan permodalan, memberi cameraman kepada investasi, menolong pelaku ekonomi untuk mengembangkan usaha, memaksimalkan potensi masyarakat, dan menjalin hubungan menyeluruh dengan masyarakat,” tegas paslon nomor urut 1.

Di sisi lain, pertanyaan juga disampaikan kepada paslon nomor urut 2 dengan tema yang sama mengenai strategi meningkatkan peran masyarakat untuk menangkal tingkat kejahatan. “Dengan membangun kegiatan UMKM untuk meningkatkan perekonomian, membuat perang psikis yang berkaitan dengan sisi religius masyarakat dengan pembangunan taman literasi dan start up, juga berkolaborasi dengan universitas. Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki kegiatan positif,” jawab mereka.

Selama debat berlangsung, masyarakat menyampaikan banyak aspirasi di kolom komentar live chat. Pasangan calon saling menyampaikan argumen, begitu pula dengan masyarakat yang menonton dan memenuhi kolom komentar. “Akhyar-Salman anak Medan asli pasti pahamla gimana cara membangun daerahnya. Bobby Nasution tapi nggak pernah sekolah di Medan jadi gimana mau tau Medan itu orang dan lingkungannya gimana haha,” ujar salah satu penonton live dengan nama akun Sriastuti Kocik.

Debat ditutup dengan closing statement dari para paslon dan salam damai yang diiringi lagu Padamu Negeri. Dengan adanya debat ini, diharapkan masyarakat dapat menentukan, memantapkan, dan menggunakan hak pilih untuk memilih yang terbaik menjadi pemimpin Kota Medan.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment