Jenni Sihombing

Pijar, Medan. Tanoto Scholarship Assosiation Medan kembali mengadakan kegiatan TMT (TSA Medan Talk) ketiga melalui platform Zoom pada 17 Oktober 2020 yang dimulai pukul 15.00-16.30 WIB dengan mengusung tema How to be an outstandingMahasiswa‘”. TMT kali ini bertujuan sebagai sarana berbagi satu sama lain, menginspirasi semua orang, dan mengarahkan ke fitur yang lebih baik.

Dimoderatori oleh Jusnita Sirait, kegiatan TMT ini dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama mengangkat sub tema “Benarkah Menjadi Mahasiswa Baru Tahun Ini Lebih Menantang Secara Psikologis?”, dibawakan oleh Renya Clara, S.Psi. yang merupakan alumni mahasiswi Psikologi 2016 dan ia juga sebagai ketua TSA Medan. Sesi kedua dengan sub tema “How to Manage Finance as Mabadibawakan oleh Josua Putrada Sianipar, S.E. yang merupakan mahasiswa ekonomi pembangunan 2016 dan selaku bendahara TSA Medan. Sesi yang terakhir dibawakan oleh mahasiswi jurusan Bahasa Mandarin 2016, sekaligus anggota TSA Medan divisi Minat Bakat yaitu Dwi Adyla, S.S dengan tema “Tetap Berprestasi Ditengah Banyak Organisasi”.

Sesi pertama yang dibawakan Renya Clara, S.Psi. menjelaskan bahwa, mahasiswa baru merupakan transisi dari SMA ke masa kuliah. Pada masa ini, seringkali menimbulkan stres berat terhadap kalangan mahasiswa baru. Maka untuk mengatasi hal tersebut, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengenali penyebab stres. Kemudian tanamkan pada diri kita bahwa tidak semua halnya mudah dan tidak semua hal akan sama seperti sebelumnya.

Sesi kedua yang dibawakan oleh Josua Putrada Sianipar, S.E menjelaskan tentang pentingnya cara mengelola keuangan bagi mahasiswa baru. Ia menjelaskan, seorang mahasiswa baru harus mampu memanajemen keuangan. Dengan mampu mengontrol keuangan, maka mahasiswa baru akan dapat mengatasi keadaan darurat serta menjauhkan diri dari hutang.

Pada sesi kedua ini juga, Josua dengan tegas menjelaskan bahwa memanajemen keuangan sebagai mahasiswa baru dapat dilakukan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyusun, serta mengatur target keuangan.

“Kunci dari ketiga cara manajemen keuangan adalah disiplin, karena kalau tidak disiplin apapun manajemen keuangan yang dipakai akan sia-sia,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada subtema yang pertama dan kedua saja, subtema ketiga yang dibawakan oleh Dwi Adyla, S.S pun berjalan dengan baik. Ia menegaskan kuliah dan organisasi merupakan dua hal sangat penting. “Lewat lomba dan organisasi kita akan diajarkan tanggung jawab yang tidak bisa ditolerir,” ucapnya.

Dwi Adyla juga menjelaskan dua hal berbeda mengenai istirahat dan mager yang sering kali disalahartikan oleh kebanyakan mahasiswa. Istirahat itu berarti berhenti sejenak dalam memiliki plan untuk selanjutnya yang sudah kita inginkan. Sedangkan mager merupakan sesuatu yang berlanjut tanpa ada tujuan kedepannya. Dalam penjelasannya, Dwi juga mengatakan bahwa mahasiswa harus mampu memprioritaskan pendidikannya.

Setelah ketiga narasumber selesai memaparkan materinya, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada penghujung acara, terdapat pemberian closing statement dari masing-masing narasumber.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment