Hits: 41
Lolita Wardah
Pijar, Medan. LimitlessTing Event Organizer berkolaborasi dengan Digiclass TV mengadakan sebuah webinar dengan mengusung tema “Kekuatan Skrip dalam Sebuah Konten”. Webinar ini diadakan pada (25/06) melalui platform Youtube dan Zoom.
Diskusi ini mengundang script writer Indonesia yaitu Murhananto yang merupakan penulis naskah “Bajaj Bajuri Baru” (Trans TV), “Demi Masa” (Trans TV) , “Suami-suami Takut Istri” (Trans TV), “Si Entong Animasi”. Pembicara kedua adalah Melvi Yendra, seorang penulis naskah “The Coffee Bean Show” (Trans TV), “Abdel-Temon” (TPI), “Kontrakan Tiga Pintu” (TransTV), “Saya Terima Nikahnya” (NET-TV) dan “Tukang Ojek Pengkolan” (RCTI). Selain itu, Melvi juga pernah menulis naskah serial animasi anak “Kiko” (RCTI).
Webinar yang berlangsung selama dua jam ini bertujuan untuk membahas bagaimana pengaruh sebuah naskah dalam konten. “Fungsi skenario pertama adalah menyamakan visi-misi tim. Kemudian yang kedua adalah memastikan bahwa film telah selesai di skrip. Terakhir, ibarat sebuah bangunan, maka skenario adalah desain yang nantinya akan diterjemahkan oleh sutradara dan tim,” tutur Murhananto.
Murhananto juga menuturkan bahwa naskah merupakan efektivitas dalam sebuah produksi. “Skenario adalah suatu proses efisiensi, efektivitas produksi, mengurangi biaya dan mengefesienkan lokasi waktu yang terkait atas kesepakatan yang akan dilakukan dalam sebuah produksi,” tambahnya.
Dalam menulis skenario Murhananto mengatakan bahwa sangat diwajibkan dan merupakan hal yang penting dalam melakukan riset yang didukung oleh beragam pengalaman dan membaca. “Riset itu wajib. Setiap penulis skenario wajib dalam melakukan riset, artinya walaupun nantinya menulis sesuatu yang imajiner namun memiliki kekuatan dari riset,” jelasnya.
Beliau juga memberikan contoh sebuah film imajiner seperti Jurassic Park. Walaupun banyak menampilkan hal yang fiksi, namun film tersebut didukung oleh konsep ilmiah sehingga dapat menjadikan suatu film yang menarik.
Melvi menambahkan bahwa dalam riset tidak hanya berbasis data namun juga mencangkup hal yang sederhana seperti mengamati lingkungan, mengobrol dengan anak, maupun tetangga. “Contohnya ada tetangga yang gaya bicaranya lucu, cara ngomong lucu ini maksudnya kalimat pertama kedua ini campur aduk. Nah, itu kan bisa menjadi suatu karakter yang unik. Yang penulis ini bisa mendapat ide dari hal itu. Itu kan riset yang tidak sengaja kita lakukan sehari-hari,” ungkapnya.
Pada webinar ini dilakukan pula sesi tanya jawab seputar pembahasan yang telah disampaikan. Di akhir, webinar ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh Eko Yulianto selaku moderator.
(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

