Hits: 5
Annisa Rahmi
Pijar, Medan. Lebih dari 90 persen penduduk dunia menghirup udara dengan kualitas buruk. Data itu dilansir organisasi kesehatan dunia WHO, Polusi udara dianggap sebagai salah satu pembunuh terbesar bahkan mencapai 6 juta orang pertahun. Dengan adanya data tersebut Filter Company Ilmu Komunikasi FISIP USU menggelar kampanye yang bertemakan “Ayo Pakai Masker” bertempatkan di Pendopo FISIP USU Senin (17/04). Kegiatan ini dilakukan dengan membagikan masker sembari mengajarkan memakai masker dengan baik agar para mahasiswa mengetahui manfaat memakai masker dan perbedaan warna masker.Warna hijau dan putih pada masker ternyata memilki fungsi dan manfaat masing-masing.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan mahasiswa FISIP USU lainnya, ada juga beberapa peserta yang berasal dari fakultas lain yaitu Fakultas Kedokteran Gigi. Sebelum diselenggarakannya acara ini dilakukan sebuah riset dan perembukan dahulu untuk mengambil keputusan tentang masalah “polusi udara” yang ada di FISIP USU.
Banyaknya mahasiswa yang merokok dan pembakaran yang dilakukan di sekitaran FISIP USU, sangat mengganggu aktivitas mahasiswa dan lingkungan FISIP USU. Penyelenggara berinisiatif untuk menyebar kuisioner bagi para mahasiswa FISIP USU, agar dapat mengetahui berbagai pendapat mengenai polusi yang ada.
Acara Filter Compeny ini memiliki filosofi yaitu “Penyaringan” dimana penyelenggara sendiri menginginkan agar bisa menyaring suatu hal yang baik, dalam hal ini berupa kesehatan udara yang memberikan dampak kesehatan pada tubuh seperti paru-paru yang bersih dan sehat. Hampir semua penyakit dan kematian berhubungan dengan pencemaran udara,hal tersebut tercatat dan dilaporkan oleh Departemen Kesehatan melalui Rumah Sakit, Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
Adapun harapan yang disampaikan ketua Penyelenggara, “Harapan saya yaitu bagaimana bisa mempersuasi semua orang tentang informasi yang kami berikan dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Karena polusi udara ini adalah hal yang sepele untuk kalangan mahasiswa tetapi menimbulkan akibat yang besar dan sangat mengganggu manusia,” ungkapnya.


1 Comment
Alfi
Cuma satu narasumber. Berita tidak boleh cuma satu narasumber. Tidak berimbang / cover both side.