Grace Kolin

Pijar,Medan. Organisasi yang menaungi mahasiswa jurusan Bahasa Jepang USU (Hinode), merayakan hari kelahirannya yang ke-30 selama dua hari (27/5) di halaman Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU). Dengan mengusung tema “Walau Musim Berganti Semangat Tak Terhenti”, Dies Natalis Hinode menyajikan sejumlah agenda acara kebudayaan Jepang yang menarik untuk diikuti seperti, cosplay, manga, j-style, makan ramen, karaoke, futsal, dan fotografi. Tak berhenti sampai disitu, acara ini juga menghadirkan bintang tamu spesial seperti DJ Riza, Gumarapus, Filsafatian, Muntah Kamat, Equaliz, Indra Jegel, dan DEATHMNH untuk menghibur pengunjung. Penyelenggaraan acara ini didukung sepenuhnya oleh Universitas Sumatera Utara, Medan Japanese Translator Club, Ikatan Mahasiswa Jepang USU, Asosiasi Study Jepang di Indonesia (ASJI), Ikatan Alumni Bahasa Jepang (IKABAJE), Lestari spare parts, Pra production, Master Piece Medan, Kazaryuu cosplay store, Sosro, Bank Sumut, dan Mieko art school.

Pembukaan Dies Natalis Hinode sejak pukul 10 pagi dimeriahkan oleh penampilan dari dua budaya negara, budaya Jepang dengan tari Yosakoi dan budaya Indonesia dengan tari Tor-Tor dan tari persembahan Melayu. Selanjutnya, Dies Natalis Hinode memasuki rangkaian acara internal yang berlangsung mulai pukul dua siang hingga pukul sembilan malam. Untuk puncak acaranya sendiri akan berlangsung pada hari kedua.

“Tujuan kita itu salah satunya untuk mempromosikan jurusan kita. Kita juga menunjukkan kebudayaan Jepang itu ada di USU pada masyarakat,” ujar Roni Siagian selaku ketua panitia Dies Natalis Hinode yang ke-30.

Dengan tidak dikenakan biaya masuk dan biaya parkir, pengunjung sudah dapat mencicipi makanan Jepang, belanja pernak-pernik anime, aksesoris, dan mengisi pengetahuan mereka seputar pendidikan Jepang dan teknologi 3D di stan-stan yang telah disediakan. Photobooth dan signwall juga ditempatkan persis di lapangan parkir untuk menambah keceriaan pengunjung yang terus berdatangan sejak pagi tadi.

Selain itu, mata pengunjung juga dimanjakan dengan properti cantik bernuansa dua musim di Jepang di sepanjang lokasi acara. Ada pohon sakura untuk ikon musim semi, koinobori, origami bunga matahari (himawari), teru-teru bozu dan kertas tanzaku warna-warni yang digantung pada ranting pohon bambu untuk ikon musim panas. Ada pula maskot Dies Natalis Hinode tahun ini adalah sepasang muda mudi Jepang, Haru-san (laki-laki dengan kostum yukata hijau) dan Natsu-san (gadis lolita dengan dress berenda putih dan merah muda).

Tiga orang pengunjung Dies Natalis Hinode ke-30 sedang berjalan melintasi pohon sakura yang dipasang di lapangan parkir FIB USU (27/5). Fotografer: Grace Kolin
Tiga orang pengunjung Dies Natalis Hinode ke-30 sedang berjalan melintasi pohon sakura yang dipasang di lapangan parkir FIB USU (27/5).
Fotografer: Grace Kolin

“Acaranya bagus. Soalnya temanya kan tentang Jepang, Jepang jadi negara yang wow, jadi sasaran anak remaja. Lebih banyak yang suka niru-niru Jepang,” kata Tri Nur Indah, mahasiswa Jurusan Farmasi, sebagai salah satu pengunjung yang baru pertama kali datang ke acara ini.

 

4 Comments

Leave a comment