Setiap tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). HPSN pada tahun ini kembali disambut dengan antusiasme yang tinggi di Indonesia karena peringatan HPSN akan difokuskan untuk mempersiapkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi International Legally Binding Instrument (ILBI)
Melati Wijsen, perempuan berusia 21 tahun asal Bali. Wanita keturunan Indonesia-Belanda ini memulai perjalanannya sebagai aktivis lingkungan pada usia 12 tahun. Ia membuat gerakan Bye – Bye Plastic Bags di GIN (Global Initiative Network) Youth Conference pada tahun 2013.
Bicara soal sampah dan penguasa korup seolah tak ada habisnya. Namun, bagaimana dengan kejujuran? Seperti apa rasanya mempertahankan nilai kejujuran pada era di mana ketidakadilan dan ketidakjujuran bisa dengan mudah ditemui di sudut kota mana pun? tentu tidak sesederhana itu. Sama halnya dengan betapa tidak sederhananya mementaskan kembali lakon yang sudah dipentaskan puluhan tahun lalu di era sekarang.
Pijar, Medan. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Kampanye Ganti Sedotan sukses digelar oleh tim Super Woman yang terdiri dari sepuluh mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) di Merdeka Walk Medan, Minggu (28/10).
Diantara sampah yang berbau
Tak peduli Kuman yang bercinta
Ibu tersenyum mengumpulkan
Terkadang suatu keadaan yang sangat mengkhawatirkan dapat menghasilkan sebuah ide yang cemerlang. Hal tersebutlah yang mengilhami ibu Dewi Budiarti Teruna Jasa Said (49) untuk menghasilkan ide-ide kreatif dalam mengolah dan memanfaakan sampah.
