Malam ini awan menangis, air matanya jatuh menyapu pekat debu yang belakangan memenuhi sudut kota. Seakan tahu isi hatiku kini, hujan turun di saat yang tepat. Aku tidak sedang sedih, hanya sedang rindu, sedikit.
Sejak kecil, aku selalu mendapatkan kasih sayang yang sangat besar. Aku selalu merasakan kebahagiaan yang tak bernilai, melebihi apa pun. Begitu banyak pelajaran yang bisa aku dapatkan sejak kecil. Mulai dari belajar jalan, berbicara, hingga mengenal kehidupan. Semua itu berkat seseorang yang sangat berjasa. Beliau adalah, Ibuku. Perempuan tangguh dan cantik, serta tidak pernah mengeluh dalam keadaan apa pun. Ia selalu memberikan yang terbaik untukku.
Hits: 101Mhd Abdul Fattah Pagi yang berat kurasa untuk membuka mata. Terasa seperti mengangkat beban yang lebih dari 30 kilogram.…
Hits: 33
Mereka memang bukan pemeran utama dalam banyak kejadian, apalagi hal-hal yang menyangkut hidupku. Tapi bagiku, mereka menarik, begitu realistis.
Aku bisa melihat dan mendengar hal-hal yang tidak bisa dilakukan manusia lainnya, hanya manusia sepertiku yang bisa. Aku kadang kesal, suara-suara itu memenuhi isi otakku, kadang juga bisa mengintruksi gerakku. Sejak SD, aku sudah sering dirundung. Karena aku yang gemuk dan memiliki rambut yang ikal. Padahal kata Bunda, aku cantik dengan itu semua. Jadi, aku harus menutup telinga dari ejekan mereka.
Hangatnya matahari bersinar menyentuh bunga-bunga pada pagi itu. Awan seakan tersenyum manis menampakkan kebahagiaan yang ia rasa. Burung-burung pun berkicau menghasilkan simfoni indah yang mendamaikan hati.
Seperti hujan pekan kemarin
Gemuruh membahana, perkasa
Hingga terjerembab daun kering si pohon beringin
Apa yang lebih menakutkan daripada mimpi buruk? Jatuh cinta kepada mimpi indah. Mimpi indah yang hanya mimpi.
