Suara favorit para siswa itu terdengar ke seluruh penjuru sekolah. Dengan semangat, mereka berhamburan keluar kelas menuju tujuannya masing-masing. Ya, aku tahu rasanya belajar selama kurang lebih 7 jam, sangat melelahkan. Apalagi jika dilanjutkan dengan kegiatan organisasi, badan yang lelah, dan rasa bertanggung jawab pun berdebat untuk dituruti kemauannya.
Hits: 12Arsy Shakila Dewi Ia seorang anak perempuan Hidup di tempat nyaman Berubah karena keadaan Menjadi seorang aseran Sendiri…
Mungkin,
Kau sedang tersesat mencari alasan
Kau tengah terseok-seok dalam khayalan
Kau tengah melukis kehidupan berpenakan angan
Fajar bergulir menuju sang sasap
Tanpa sadar tapi harus, ia mulai meredup
Lalu menyapa si langit jingga
Kami hanyalah mahasiswa
Tak lain tak bukan hanya manusia
Kami bukan boneka siapa-siapa
Haru, membuatku jadi pilu
Hujan, membuatku jadi sendu
Aku berdiri di tengah hujan yang penuh haru
“Alam sedang mengobati dirinya, manusia akan membersihkan hatinya. Bulan penuh ampunan telah tiba. Selamat berpuasa”
Aku menatap gadis di dalam cermin itu. Semakin ku tatap, semakin jelas. Ia tidak sesuai, ia berbeda. Ia menatapku lekat, begitu pula aku. Semakin lekat kulihat ia, semakin tampak kekurangannya. Ia tidak elok. Ia aneh. Ia begitu kuno. Wajahnya tidak masuk standar wajah yang diinginkan orang, begitu juga dirinya. Kulitnya hitam, hidungnya besar, berjerawat. Lengkap sudah. Ia minta dilenyapkan saja dari muka bumi ini.
