Bicara soal kuliner tentu tak ada habisnya. Setiap tahun, selalu bermunculan berbagai inovasi maupun ide-ide kreatif penciptanya. Tak terkecuali ayam yang merupakan salah satu bahan makanan acapkali menjadi primadona berbagai kalangan. Olahan ayam selalu muncul dengan berbagai macam pilihan mulai dari penyet, gepuk, dan lainnya. Namun, ada satu olahan ayam lainnya yang belakangan ini cukup menarik perhatian masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan. Olahan tersebut ialah ayam geprek sambal tuk-tuk.
Saddam Wira Hamdani atau yang akrab disapa Kak Wira merupakan sosok Inspirator Muda Mandiri yang lahir di Besitang Sumatera Utara 28 tahun silam. Terhitung sudah lebih dari 8 tahun lamanya Wira menjadi seorang trainer dengan peserta seminar yang tersebar lebih dari 40 kota yang ada di Indonesia, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan dengan misi “Mencetak Generasi Muda yang Mandiri”.
Setiap orang pasti pernah memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan di dalam kehidupan mereka. Pengalaman tersebut ada yang hadir dalam waktu yang cukup lama dan beberapa mungkin hanya sekedar singgah dan berlalu. Tanpa kita sadari, pengalaman tidak menyenangkan tersebut dapat menjadi luka yang bisa memengaruhi proses pendewasaan seseorang.
MasukKampus sebagai platform digital berbasis pendidikan aktif menyerukan soal dunia perkuliahan, kita-kiat lolos kampus impian serta memotivasi pelajar SMA di Indonesia untuk menggapai impian setinggi langit melalui platform instagram dengan username @masukkampus.
Berbicara tentang kota Medan, soal kuliner tentunya tidak akan ada habis-habisnya. Medan dikenal sebagai kota dengan segudang kuliner menarik nan lezat yang terdapat di tiap sudut kotanya mulai dari makanan gurih hingga makanan manis.
Seperti hujan pekan kemarin
Gemuruh membahana, perkasa
Hingga terjerembab daun kering si pohon beringin
Pria yang lahir di Tupelo Mississippi, Amerika Serikat pada 8 Januari 1935 ini memiliki nama lengkap Elvis Aron Presley. Elvis Presley adalah legenda musik Rock N’ Roll di tahun 90-an yang terkenal pada masanya. Dan telah meninggal pada 16 Agustus 1977 silam saat berusia 42 tahun di Memphis, Tennessee.
Charles Bukowski pernah menulis, “Suatu hari, ketika kamu ingin turun dari tempat tidur di pagi hari dan kamu berpikir ‘saya tidak akan berhasil’ tertawalah dalam hati dan ingatlah ketika di banyak masa sebelumnya dalam hidupmu berapa kali kamu mengatakan hal yang sama, dan ternyata kamu mampu melaluinya.”
Kutipan di atas merupakan tonggak awal dalam sebuah perjalanan. Sejauh apa pun jarak yang kita raih, sedalam apa pun air yang kita selami, rumah adalah tujuan akhir dari semuanya. Perjalanan yang telah terekam nyata di ingatan, bagaimanapun cerita akhirnya, semua itu akan menjadi sebuah kenangan. Kenangan terindah untuk dapat di ceritakan.
