Hits: 20
Atika Putri
Pijar, Medan. Hari Perdamaian Internasional diperingati pada 21 September setiap tahunnya. Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Medan menggelar acara untuk merayakan hari besar tersebut. Acara ini berlangsung selama dua hari pada 20-21 September 2015. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini YIPC menyelenggarakan Talk the Peace dan Stage for Peace sebagai fokus kegiatan mereka. Mengusung tema “Partnership for Peace-Dignity for All”, YIPC mengajak anak-anak muda Medan untuk ikut andil terhadap perdamaian dunia.
Talk the Peace yang merupakan kegiatan di hari pertama, diselenggarakan di Asrama Haji Medan. Sebanyak 14 organisasi dan komunitas Kota Medan ikut berpartisipasi. Masing-masing organisasi menyampaikan presentasi mengenai perdamaian menurut pandangan mereka. Apni Rezeki selaku koordinator YIPC Medan mengatakan bahwa ini memang salah satu strategi mereka, agar tidak terkesan satu arah dan semua dapat menyampaikan aspirasinya masing-masing.
Hari kedua, acara berlangsung di Aula FISIP USU dengan kegiatan Stage for Peace. Setiap organisasi menampilkan karya seni mereka. Dengan tema perdamaian, mereka membawakan musik, drama, dan musikalisasi puisi dengan penuh antusias. Penampilan dari salah satu musisi Medan, Jansen Daniel juga ikut memeriahkan Stage for Peace. Jansen yang juga merupakan anggota YIPC Medan melihat antusias yang sangat baik dari para peserta.
“Tujuan acara ini sebenarnya supaya menjadi jalan pembuka untuk kerja sama yang lebih besar lagi dan merangsang banyak mahasiswa agar tertarik pada bidang perdamaian,” ungkap Apni. “Semoga mahasiswa bisa mengambil bagian dan mau terlibat dalam perdamaian secara global. Mulai dari hal kecil yaitu berdoa dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang ada,” tambahnya.
Fachruddin Zakaria, salah satu peserta dari LKSM UINSU mengatakan sangat antusias dalam mengikuti acara ini. Menurutnya masalah perdamaian bukan hanya YIPC saja yang harus menjalankan tetapi, semua harus berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian.
YIPC Indonesia sendiri merupakan komunitas perdamaian mahasiswa lintas agama yang berfokus pada Muslim dan Nasrani. Dirintis pada tanggal 12 Juli 2012 di Yogyakarta dan pada tahun 2013 di kota-kota lain termasuk Medan. Dalam komunitas ini mereka saling belajar nilai-nilai perdamaian dan belajar mengenal agama yang berbeda, agar tidak ada prasangka yang buruk satu sama lain.

