Hits: 16
Rafa Wardhana
Pijar, Medan. World Cleanup Day atau Hari Aksi Bersih-Bersih Sedunia menjadi agenda tahunan yang diperingati setiap tanggal 20 September. Gerakan ini berawal dari gerakan masyarakat Estonia pada tahun 2008 yang kemudian terus berkembang menjadi gerakan global pada tahun 2018.
Pada tahun 2023, gerakan ini kemudian masuk ke dalam kalender hari internasional melalui Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 78/122 dan diadopsi pada 8 Desember 2023. Sejak saat itu, 20 September ditetapkan sebagai Hari Aksi Bersih-Bersih Sedunia.
Dilansir dari unhabitat.org, tema yang diangkat tahun 2026 ini adalah “From Clean Plates to Clean Cities”. Tema ini diangkat untuk menyerukan tindakan mencegah limbah makanan, memastikan makanan yang layak dikonsumsi tetap dimanfaatkan, mengolah kembali material organik yang tidak dapat dihindari, serta membangun kota yang lebih bersih dan efisien dalam penggunaan sumber daya.
Benz Dachi, selaku founder yayasan Tangan Edukasi Indonesia, mengungkapkan bahwa aksi bersih-bersih ini dapat dilakukan oleh siapapun karena sudah menjadi agenda tahunan PBB yang terbuka untuk publik, dan diikuti oleh organisasi, komunitas, hingga masyarakat.
“Jadi dalam satu hari itu, kita melakukan kegiatan serentak sedunia melakukan hal yang sama. Gerakan utamanya bersih-bersih, tetapi biasanya setiap instansi yang mengadakan itu, diselingi dengan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti workshop atau penuangan eco enzyme,” ungkap Benz.
Benz juga menjelaskan terkait tagar #Kami13Juta adalah upaya yang dilakukan untuk melibatkan relawan sebanyak 5 persen dari total penduduk Indonesia pada tahun 2018. Tagar ini terus digunakan sampai saat ini.
Lebih lanjut, Benz mengungkapkan tingginya antusiasme dari masyarakat ataupun komunitas untuk berpartisipasi pada kegiatan World Cleanup Day. Berbagai elemen, komunitas, dan pegiat lingkungan yang bersatu pada momen ini.
“Kita berharap dari kegiatan World Cleanup Day ini, banyak komunitas atau orang yang akhirnya tergerak untuk mengadakannya secara rutin. Jadi, tidak hanya karena momen hari besar lingkungan baru berkegiatan begitu, loh. Kita berharapnya yang kita semarakkan ini berlanjut ke lingkungan masing-masing secara konsisten atau secara rutin diadakan,” tambah Benz.
Selain itu, Benz juga menyoroti masih minimnya kesadaran warga kota Medan untuk menjaga lingkungan. Dengan adanya peringatan Hari Bersih-Bersih Dunia ini, kiranya dapat menjadi pengingat ke masyarakat untuk setidaknya bisa lebih bertanggung jawab dengan sampahnya sendiri terlebih dahulu.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

