Hits: 5

Davva Abror Supriadi

Pijar, Medan. Pelantikan jajaran Dekan dan Wakil Dekan baru Universitas Sumatera Utara (USU) juga menjadi topik pembicaraan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Terdapat dua dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yang resmi masuk jajaran pimpinan dekanat, yaitu Emilia Ramadhani sebagai Wakil Dekan II dan Moulita di posisi Wakil Dekan III. Pelantikan ini berlangsung pada Senin (4/5/2026).

Momen bersejarah ini dinilai membuka peluang dan harapan baru bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Imajinasi FISIP USU, Ramazuan Kusuma, menyambut penuh kehadiran perwakilan dua dosen tersebut.

“Tentunya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya sangat bangga karena ada perwakilan dosen dari Ilmu Komunikasi. Ini pastinya membuka harapan baru,” ujar Ramazuan.

Ia berharap momentum ini mampu membawa arah kebijakan fakultas yang lebih terkelola dan terukur, terutama pada peningkatan fasilitas seperti laboratorium demi memaksimalkan proses pembelajaran serta praktikum mahasiswa.

Dengan penuh harapan, Ramazuan juga menyuarakan aspirasi kritis terkait birokrasi, terkhusus minimnya keterlibatan fakultas dalam menjembatani kerja sama dengan pihak sponsor eksternal.

“Kami dari HMJ masih kebingungan untuk siapa yang harus dihubungi terkait pihak sponsor eksternal yang mau bekerja sama,” keluhnya.

Aspirasi tersebut segera ditanggapi oleh pihak dekanat. Wakil Dekan II FISIP USU, Emilia, menegaskan perbaikan laboratorium menjadi syarat mutlak kelayakan akreditasi unggul sebuah program studi. Selain memperbarui laboratorium, fakultas siap membangun studio khusus podcast untuk mendorong kreasi digital mahasiswa.

“Kakak sudah bicara dengan beberapa dosen Ilmu Komunikasi untuk membuat ruang studio podcast,” ucap Emilia.

Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan lab ke depan akan disesuaikan langsung ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran kelas.

Sementara itu, di sektor prestasi global, dekanat berencana menjalankan sebuah program baru, yaitu program double degree atas arahan rektorat. Program ini memungkinkan mahasiswa menempuh 4 semester di FISIP USU dan 4 semester di universitas luar negeri. Emilia berharap anak Ilmu Komunikasi dapat menjadi garda terdepan yang mengambil peluang ini.

Di akhir keterangannya, Emilia menyampaikan sebuah bujukan dan ajakan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk terus aktif dan kritis agar momentum perubahan struktur kepemimpinan ini terbalaskan dan dapat diusahakan dengan baik oleh Wakil Dekan II dan III.

“Tolong untuk mahasiswa berprestasi itu kalau bisa munculnya banyak dari Ilmu Komunikasi, jangan dari prodi lain, Dekanatnya sudah ada dua di sini. Tunjukkan prestasi kalian, kalau banyak prestasi, itu akan memudahkan saya untuk mengeluarkan anggaran guna meningkatkan skill kalian,” tutup Emilia.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment