Hits: 49

Mutiara Chairunnisa / Farah Asy-syifa

Pijar, Medan. Kegiatan “Ceria Budaya” yang digelar oleh Gema Serodja dalam rangka kampanye kebudayaan Melayu kepada masyarakat telah terlaksana di Sekolah Dasar (SD) Swasta Mulia. Pada kampanye kali ini, siswa kelas 3 SD Swasta Mulia dibawa bertualang ke masa lalu melalui ragam permainan tradisional Melayu pada Sabtu (05/10/2024).

Ketua Gema Serodja, Farhan Alvadin Lubis, menjelaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk memperkenalkan kebudayaan Melayu di kalangan generasi muda.

“Kami memilih permainan tradisional Melayu karena ingin orang lain lebih mengenal dan mengakui etnis Melayu bahwasanya ialah suku asli di Sumatera Utara,” ujar Farhan.

Acara ini diisi dengan rangkaian empat permainan tradisional, yaitu congklak, gasing, lompat karet, dan tram tram buku. Masing-masing dari permainan ini diberikan ruang dan waktu untuk perkenalan cara bermain dan menikmati proses permainan secara bergiliran. Para siswa kelas 3 SD Swasta Mulia dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka secara bergiliran mengerubungi permainan-permainan tradisional khas Melayu tersebut.

Siswa-siswa bermain Tram Tram Buku.
(Fotografer: Farah Asy-syifa)

Tidak hanya memperkenalkan permainan-permainan budaya Melayu saja, kegiatan ini juga mengajarkan mengenai nilai-nilai penting di dalam aktivitasnya. Pada congklak, permainan ini melibatkan biji-biji kecil yang dimasukkan ke lumbungnya. Hal tersebut dimaknai sebagai simbol uang alias rezeki. Sementara itu, gasing mengajarkan kesabaran serta kompetisi yang sehat. Lompat karet melatih pemain pada aspek kelincahan dan ketangkasan, serta tram tram buku mendorong kekompakan dan kerja sama antar teman.

Petualangan Mengenal Kebudayaan Melayu dari Permainan Tradisional - www.mediapijar.com
Pengarahan kepada siswa oleh Gema Serodja.
(Fotografer: Farah Asy-syifa)

Miftahul Jannah, selaku Wali Kelas 4 di SD Swasta Mulia mengungkapkan bahwa adanya kampanye permainan tradisional Melayu ini memberikan dampak positif bagi siswa.

“Anak-anak jadi lebih aktif berinteraksi dan tampak lebih kompak ketika bermain bersama. Dibanding dengan bermain gadget, permainan ini lebih bisa mengembangkan motorik, kognitif, serta kerja sama tim yang baik dengan teman-temannya,” katanya.

Sejalan dengan harapan Gema Serodja yaitu ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap permainan tradisional, terutama khas Melayu, Miftahul Jannah juga menambahkan harapannya.

“Saya berharap acara seperti ini tidak berhenti kalian lakukan di sini saja, tapi juga keliling ke sekolah sekolah lain. Bagus banget lho, ini,” ujarnya.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

 

Leave a comment