Hits: 5
Desy Setiawati
Pijar, Medan. Hari Kesehatan Perempuan yang diperingati setiap 28 Mei menjadi pengingat bagi mahasiswi untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Di tengah padatnya tugas kuliah dan aktivitas kampus, masih banyak mahasiswa perempuan yang sering mengabaikan kesehatan fisik dan mental mereka.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) peminatan Kesehatan Reproduksi, Asfriyati, mengatakan kesehatan perempuan seharusnya mulai diperhatikan sejak dini, termasuk saat masih menjadi mahasiswa.
“Wanita itu di mana pun kondisinya, harus punya satu pemikiran bahwa kita adalah cikal bakal untuk melanjutkan generasi berikutnya,” ujar Asfriyati saat diwawancarai.
Menurutnya, banyak mahasiswi terlalu fokus mengejar nilai dan aktivitas organisasi sampai lupa menjaga kondisi tubuhnya sendiri. Padahal, menjaga kesehatan tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan kebersihan diri sehari-hari.
Ia mencontohkan masih ada mahasiswi yang kurang memperhatikan kebersihan saat menstruasi karena sibuk dengan kegiatan kuliah. Menurut Asfriyati, hal kecil seperti itu, menunjukkan rendahnya kepedulian terhadap kesehatan reproduksi perempuan.
“Mahasiswi sibuk dengan perkuliahan, tetapi tidak menjaga kebersihan dirinya dengan baik. Itu menunjukkan masih kurangnya kepedulian terhadap kesehatan diri,” katanya.
Selain itu, pembahasan mengenai kesehatan reproduksi juga masih sering dianggap tabu. Akibatnya, banyak mahasiswi perempuan yang kurang memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi maupun kesehatan mental sejak usia muda.
Asfriyati menilai perempuan perlu mulai membiasakan diri menjalani pola hidup sehat meski sedang sibuk kuliah. Hal sederhana seperti istirahat cukup, menjaga pola makan, dan memperhatikan kebersihan diri, menjadi langkah awal yang penting.
Di sisi lain, mahasiswi Teknologi Informasi USU, Susi Pujiarti, menilai peringatan Hari Kesehatan Perempuan memberikan dampak positif bagi mahasiswa perempuan agar lebih peduli terhadap kondisi tubuh mereka sendiri.
“Menurut aku bagus banget ada Hari Kesehatan Perempuan, jadi perempuan bisa lebih aware sama kesehatan diri sendiri dan enggak meremehkan hal-hal kecil soal kesehatan,” ungkap Susi.
Melalui peringatan Hari Kesehatan Perempuan, mahasiswi diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan diri bukan hal yang bisa diabaikan, melainkan menjadi bagian penting untuk masa depan mereka sendiri.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

