Hits: 20

Dedek Nur Annisa, Dinda Meliasari, dan Shofi Aulia Rahma Rambe

Keluarga merupakan unsur sosial yang paling penting dan utama bagi para anggotanya, karena adanya hubungan emosional yang intim, interaksi yang intens dan pengaruhnya terhadap proses sosialisasi yang intensif (Tenri Awaru, A. O. 2021). Perselingkuhan yang dilakukan oleh orang tua, menjadi masalah sosial yang menyebabkan dampak buruk terhadap mental anak. Berbagai akibat, baik dari segi psikologis, ekonomi, maupun sosial dapat muncul dan menimbulkan konflik, serta keretakan dalam kehidupan seorang anak.

Tren perselingkuhan semakin sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Perselingkuhan dapat diartikan sebagai pelanggaran terhadap komitmen dalam hubungan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu suami dan istri. Perselingkuhan juga melibatkan unsur ketidakjujuran dan pengkhianatan. Pasangan yang sudah memiliki anak dan melakukan perselingkuhan, tentu saja dapat menimbulkan masalah psikoemosional dan traumatis psikologis bagi anak.

Retaknya Rumah, Rapuhnya Jiwa Anak : Dampak Perselingkuhan dalam Keluarga - www.mediapijar.com
Terlalu rusak untuk disatukan, terlalu hancur untuk diperbaiki. Namun aku mampu berdiri kembali dengan kaki sendiri
(Sumber Foto: retizen.republika.co.id)

 

Keluarga merupakan wadah yang sangat penting antara individu dan kelompok, serta kelompok sosial pertama. Keluarga adalah orang pertama yang ditemui anak pertama kalinya untuk mengajari mereka tentang kehidupan bersama orang lain. Dari lahir hingga bersekolah, anak menghabiskan seluruh waktunya di unit keluarga (Wardani et al., 2022).

Seiring berjalannya waktu, tidak semuanya berjalan baik. Banyak permasalahan yang bisa membuat keluarga menjadi tidak lengkap dan tidak harmonis lagi. Sering kali terjadi pertengkaran antara ayah dan ibu yang berakibat  perceraian. Keluarga yang tidak lengkap dan tidak harmonis bisa dikatakan sebagai rumah tangga yang rusak. Namun kenyataannya, masih terdapat anak-anak yang  hidup dalam keluarga yang tidak dapat menunaikan tanggung jawabnya dengan baik.

Cara mengatasi dampak perselingkuhan bagi anak, yaitu dengan memastikan anak merasa didengar dan berikan penjelasan sesuai usianya. Hindari pertengkaran di depan anak, karena dapat menyebabkan stress. Ciptakan lingkungan rumah yang tenang dan stabil. Jika diperlukan, cari bantuan profesional, seperti psikolog atau konselor keluarga.

Dapat disimpulkan, keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan sosial yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Perselingkuhan orang tua tidak hanya merusak keharmonisan rumah tangga, tetapi juga memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari orang tua untuk menjaga stabilitas keluarga serta memberikan dukungan emosional yang tepat agar anak tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Sosiologi Keluarga untuk Kesejahteraan Sosial dengan dosen pengampu Ibu Hairani Siregar dan Ibu Berlianti.

Leave a comment