Hits: 36
Fadhilah Safa Salsabila Desky
Pijar, Medan. Musala Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) terlihat lebih ramai selama bulan Ramadan melalui kegiatan kajian setelah Salat Zuhur. Kegiatan ini diadakan secara rutin sejak awal Ramadan sebagai upaya menghidupkan aktivitas keagamaan di lingkungan fakultas.
Kajian tersebut digagas oleh Kepala Tata Usaha FISIP USU, Elvi Sumanti. Ia mengatakan kegiatan ini bermula dari keinginannya untuk memakmurkan Musala FISIP yang sebelumnya relatif sepi digunakan oleh sivitas akademika.
“Untuk Ramadan ini, memang dari awal Ramadan sudah kita laksanakan tausiah atau kajian yang diadakan pada Zuhur,” ujar Elvi.
Menurutnya, sebelum kegiatan ini diadakan, sebagian pegawai maupun mahasiswa kerap melaksanakan salat di musala fakultas lain, seperti Masjid Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) karena faktor jarak dan akses. Hal tersebut membuat Musala FISIP tidak seramai musala di fakultas lain. Melihat kondisi tersebut, ia kemudian berinisiatif mengajak sivitas akademika FISIP untuk kembali memanfaatkan musala di lingkungan fakultas.
“Seringnya pegawai kalau Zuhur itu salatnya di FEB karena jaraknya lebih dekat. Jadi kami ingin memakmurkan musala yang ada di FISIP ini,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, kajian diisi oleh penceramah dari internal maupun eksternal kampus. Pada awalnya, kegiatan direncanakan akan diisi oleh dosen atau pimpinan program studi di FISIP secara bergantian. Namun, karena kesibukan sejumlah pihak, beberapa penceramah juga diundang dari luar fakultas, termasuk dosen dari universitas lain.
Materi yang disampaikan dalam kajian umumnya berkaitan dengan tema-tema Ramadan dan disampaikan dalam bentuk kultum singkat sekitar 10 hingga 15 menit, agar tidak mengganggu aktivitas perkuliahan maupun jam kerja. Selain itu, kegiatan kajian juga diselingi dengan sesi kuis bagi jemaah yang hadir sebagai bentuk interaksi sekaligus menarik minat mahasiswa untuk mengikuti kajian.
Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU, Davina Syafa Fatia, mengaku telah mengikuti kajian tersebut beberapa kali selama Ramadan. Ia mengatakan awalnya mengikuti kajian secara tidak sengaja saat melaksanakan Salat Zuhur di musala.
“Aku sudah mengikuti sekitar tiga kali kajian. Awalnya kebetulan saja lagi Salat Zuhur di musala, lalu ada kajian, jadi sekalian aku ikuti. Lumayan menambah ilmu,” ujarnya.
Davina menilai keberadaan kajian tersebut membuat Musala FISIP menjadi lebih ramai dibandingkan biasanya. Selain mahasiswa, kegiatan ini juga diikuti oleh pegawai hingga masyarakat sekitar yang kebetulan berada di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, pihak fakultas berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam memanfaatkan musala sebagai ruang ibadah sekaligus tempat memperdalam pemahaman keagamaan selama Ramadan.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

