Hits: 22

Kristhithin R. Hulu / Theodora Stephanie Laowo

Pijar, Medan. Setiap 12 November, Indonesia memperingati Hari Ayah Nasional, sebuah momentum yang mengingatkan kembali pentingnya peran ayah dalam membangun hubungan emosional di keluarga.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, mengungkap bahwa 20,9 persen anak Indonesia tumbuh tanpa peran ayah yang menyebabkan mereka mengalami hambatan perkembangan emosi, sosial, kognitif, serta menunjukkan adanya tantangan dalam kehadiran emosional dan komunikasi antara ayah dan anak di tengah kesibukan modern.

“Rata-rata anak sekarang lebih asyik ngobrol dengan ibu. Hal ini membuat 20,9 persen anak tumbuh tanpa peran ayah yang aktif,” ungkap Wihaji, yang dikutip dari laman antaranews.com.

Fenomena tersebut dirasakan oleh Verlita Stefani Harianja, mahasiswi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU), yang mengaku jarang berbicara secara mendalam dengan ayahnya.

“Terakhir kali ngobrol sama ayah itu waktu di Medan bulan Juni lalu, cuma lewat video call, dan yang dibahas malah soal abangku, bukan aku,” ujarnya.

Verlita menambahkan, meski ayahnya berusaha membuka percakapan, keduanya sering kali sama-sama merasa canggung untuk saling memahami.

“Ayahku kadang coba mencairkan suasana, tapi entah kenapa aku juga bingung harus mulai dari mana. Jadinya sama-sama diam,” tuturnya.

Menurut .Rahmat Hidayat, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, kehadiran ayah berperan penting dalam membentuk rasa percaya diri dan identitas diri anak.

“Ketidakhadiran figur ayah, baik secara fisik maupun emosional, dapat menghambat proses pembelajaran sosial anak dan membuat perkembangan emosinya kurang seimbang,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada.

Hari Ayah Nasional pertama kali dideklarasikan pada 12 November 2006 oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Solo, Jawa Tengah. Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya peran ayah dalam keluarga, baik sebagai pelindung maupun pendidik bagi anak-anaknya.

Dengan semakin kompleksnya tantangan zaman dan kesibukan modern, peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur emosional yang berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak.

Melalui momentum peringatan Hari Ayah Nasional kali ini, masyarakat diimbau untuk memperkuat kembali komunikasi antaranggota keluarga, khususnya antara ayah dan anak, agar hubungan emosional di dalam keluarga dapat terus terjalin dengan baik.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment