Hits: 78
Hana Anggie Sachari Pasaribu / Jenni Sihombing
Pijar, Medan. Yayasan Lingkar Inspirasi Bangsa (LIB) kerap melakukan berbagai kegiatan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, salah satunya pelaksanaan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) Competition and English Olympiad 2022. Acara dari yayasan resmi yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial ini diadakan di Aula Utama lantai 2 Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UINSU), Minggu (18/12/22).
Kegiatan diikuti oleh dua ratus peserta dengan rentang usia 16–20 tahun untuk TOEFL Competiton, sedangkan English Olympiad diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 1–3 sekota Medan.
TOEFL Competition and English Olympiad 2022 ini merupakan inovasi dari kegiatan International Scholarship Workshop (ISW), sebuah program dari Yayasan LIB. Selain memotivasi para peserta dalam memaksimalkan kemampuan berbahasa Inggrisnya, ujian TOEFL dengan sistem kompetisi ini juga bertujuan untuk mencari kandidat terbaik yang akan mengikuti program ISW klaster ke-4 di tahun 2023 tanpa harus mengikuti seleksi terlebih dahulu.

(Fotografer: Hana Anggie Sachari Pasaribu)
“Jadi selain kami memberikan wadah untuk anak muda berkembang, kami juga mencari bibit-bibit unggul yang bisa masuk ke dalam ISW itu,” tutur Fauza Azmi Rambe, wakil ketua dari kegiatan tersebut.
Para peserta dari kompetisi ini memperebutkan hadiah utama berupa medali emas, uang tunai senilai Rp1.500.000,00, voucher untuk mengikuti program ISW klaster ke-4 2023 sebesar Rp1.500.000,00, sertifikat juara, serta sertifikat prediksi TOEFL. Dari dua ratus peserta lomba terpilihlah satu peserta untuk masing-masing kategori. Kelly Laurencia dari SMP Mentari Bangsa sebagai juara pertama English Olympiad dan Travy Apuila Jasa Said dari SMA Harapan 1 Medan sebagai juara pertama TOEFL Competition.
Travy merasa sangat senang dengan terpilihnya sebagai juara pertama. Sebelumnya, ia telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian TOEFL kali ini dengan mempelajari soal-soal TOEFL yang ia temukan di internet.
“Rasanya amazing gitu, nggak nyangka. Jadi ya unexpected. Kek senanglah, senang nggak nyangka sih, speechless,” ungkap Travy.
Di sisi lain, Fauza menyampaikan agar ke depannya ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi para peserta. “Karena mereka kan belajar dan juga kami memberi fasiltas. Jadi sebelum TOEFL Competition, kami ada empat kelas online untuk TOEFL yang mana pembicaranya dari kami yang kompeten di bidangnya,” ucap Fauza.
Untuk menyukseskan kegiatan ini, Yayasan LIB berkolaborasi dengan Educational English Club dari UIN dan Duta Siswa yang berada di bawah naungan Yayasan LIB.
(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

