Hits: 70
Burhan (Universitas Hasanuddin)
Kondisi kawasan penduduk di pesisir Pantai Belawan dapat dikatakan mengkhawatirkan. Permukiman yang padat dan kondisi lingkungan yang kurang terjaga mengakibatkan kesehatan masyarakat di utara Selatan Malaka ini memerlukan perhatian lebih dari pemerintah maupun mahasiswa.
Masyarakat pesisir Pantai Belawan yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan dapat dikatakan membutuhkan edukasi, baik dari segi kesehatan maupun cara pengelolaan sumber daya alam laut yang melimpah. Mengingat kekayaan laut di Pantai Belawan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk dengan nilai ekonomis yang tinggi.
Pendidikan formal dan informal anak-anak di sana juga menjadi fokus masyarakat. Mereka harus dapat tumbuh dengan baik dan meningkatkan pengetahuan, kreativitas, serta daya imajinasi sebagai generasi muda di daerah Belawan.
Seorang mahasiswa tentunya harus mengambil peran dalam segala permasalahan yang ada di masyarakat. Pemikiran itu kemudian dituangkan dalam kegiatan yang bertemakan “Masyarakat Belawan Sehat dan Kreatif Bersama PMM 2 USU” oleh Kelompok 5 PMM 2 USU, empat orang mahasiswa pertukaran Universitas Sumatera Utara.

(Sumber Foto: Arrafi Dwi Putra)
Burhan dari Universitas Hasanuddin sebagai ketua pelaksana mewujudkan kegiatan ini dengan bantuan rekan-rekannya, Lilis Nur Aisya dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Enika dari Stikes Medistra Bekasi, dan Arrafi Dwi Putra dari Universitas Pamulang. Dosen Modul Nusantara Kelompok 5, Ameilia Zuliyanti Siregar, M.Si., Ph. D dan LO Titien Indrianti turut mendampingi berjalannya aksi kontribusi.
Kegiatan kontribusi sosial ini terbagi menjadi empat sub kegiatan dari berbagai bidang. Bidang entrepreneurship membahas tentang pengelolaan hasil laut, seperti ikan yang bergizi dan bernilai jual tinggi. Sosialisasi tentang upaya penurunan stunting kepada masyarakat Kelurahan Belawan Bahagia Belawan menjadi topik di bidang kesehatan, dalam upaya men-zero-kan kasus stunting di masyarakat.
Kelompok 5 juga berlayar menyeberangi laut menuju Kampung Nelayan untuk menyerahkan bantuan kepada Rumah Baca Aulia, tempat anak-anak belajar dan membaca buku. Penyerahan bantuan berupa pemberian karpet dan alat tulis serta renovasi ini diberikan sebagai wujud perhatian terhadap bidang pendidikan untuk menunjang kreativitas anak-anak di Rumah Baca Aulia.
Lomba membuat kerajinan dari limbah laut juga diadakan oleh Kelompok 5 di sana. Kerajinan yang diperlombakan diolah dari sisik ikan, kerang, dan sejenisnya. Pemenang dari lomba ini diberikan dana hibah UMKM yang bertujuan agar mereka dapat memperbanyak karya tersebut dan mendirikan UMKM di Kampung Nelayan.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 5 berharap bahwa mahasiswa sebagai agent of change dapat lebih sadar terhadap masalah yang terjadi di sekitar masyarakat pesisir. Mahasiswa harus lebih peka terhadap permasalahan di permukiman, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan menjadi penyambung lidah masyarakat untuk pemerintah.

