Hits: 17

Alya Ridzki Nazahwa / Sinta Wulandari 

Pijar, Medan. Hari Hak Asasi Manusia Sedunia jatuh pada tanggal 10 Desember setiap tahunnya sejak 1948. Memperingati Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah tujuan dari perayaan ini.

Tema yang diusung pada Hari Hak Asasi Manusia tahun ini tentu berbeda dari tahun sebelumnya. Dilansir dari laman ohchr.org, tema yang diangkat secara internasional adalah “Dignity, Freedom and Justice for All” yang memiliki arti “Martabat, Kebebasan, dan Keadilan Untuk Semua”.

Melalui slogan tersebut, PBB mengajak masyarakat untuk menghargai orang lain, sebagai sesama manusia. Selain itu, diharapkan masyarakat tidak saling mengekang dan menghilangkan kebebasan orang lain, serta dapat terus menyebarkan keadilan untuk sesama tanpa memandang etnis, fisik, dan status sosial.

Peringatan Hari Hak Asasi Manusia di Indonesia kali ini merupakan perayaan yang penting, mengingat Indonesia tengah menuju tahun politik pada 2023 mendatang. Maka dari itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia merasa perlu memperkuat narasi mengenai HAM.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, dalam rapat pemangku kepentingan (stakeholders meeting) yang dilakukan Komnas HAM. Ia mengatakan bahwa pembahasan mengenai isu HAM harus sering diperbincangkan masyarakat, guna membangun kesadaran publik sehingga masyarakat dapat mengartikulasikannya.

“Penyelenggaraan Hari HAM sedunia 2022, kita perlu memperkuat narasi hak asasi manusia, karena tahun 2023 sudah masuk tahun politik dan 2024 sudah pemilu. Kalau kemudian kejadiannya seperti pilkada DKI 2017, pemilu 2019 dengan narasi yang jauh dari standar hak asasi manusia, saya kira penting  meletakkan pondasi yang kuat di peringatan Hari HAM 2022 ini,” ungkap Beka dalam laman komnasham.go.id.

Adanya penguatan mengenai HAM tersebut disinyalir dapat menghindari hal yang tidak diinginkan seperti pada pemilu sebelumnya, di mana terdapat konflik yang menyebabkan terhambatnya pemenuhan hak pilih masyarakat.

Pemilu serentak tahun 2024 menjadi ujian yang sesungguhnya dalam membangun dan meningkatkan kesadaran akan HAM demi berjalannya demokrasi ke depannya. Hari Hak Asasi Manusia dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai membudayakan nilai-nilai HAM dalam upaya menuju persatuan Indonesia.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment