Hits: 30
Patricia Rosa Sihotang / Meylinda Pangestika Gunawan
Pijar, Medan. Bulan November selalu identik dengan Hari Pahlawan. Pada bulan itu, setiap tanggal 10, Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Terpilihnya tanggal tersebut sesuai dengan sejarah peristiwa pertempuran di Surabaya yang jatuh pada 10 November. Peristiwa itu dilakukan bangsa Indonesia dalam mengusir para penjajah.
Setiap tahunnya selalu ada tema yang berbeda dalam memperingati hari pahlawan. Tahun ini tema yang diangkat adalah “Pahlawanku Inspirasiku”. Makna tema yang ada sesuai dengan warna yang terdapat dan mendominasi pada logo. Tema tahun ini menyiratkan bahwa hari pahlawan tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mengingatkan para generasi muda untuk menjadikan semangat para pahlawan sebagai inspirasi kita.
Logo tahun ini pun mempunyai makna bahwa tangan mengepal dan memegang bendera memiliki arti semangat yang membara dalam membela tanah air.
Perang dalam bentuk senjata api, obor, bom, tombak, dan senjata lainnya sudah tidak ada di zaman modern ini. Kita tak lagi menghadapi ancaman dan pertempuran senjata secara terbuka. Jadi, apakah kita tak dapat lagi menjadi pahlawan?
Kita masih dapat menjadi pahlawan bagi negara dalam berbagai bidang. Pahlawan nasional hakikatnya adalah seseorang yang mau membela dan ikut berperan perkembangan bangsa. Negara tetap membutuhkan orang yang dapat mempertahankan persatuan dan ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia. Baik itu dalam bidang jurnalistik, politik, olahraga, kesehatan, kemanusiaan, maupun seni. Selain itu, dapat juga menggunakan teknologi yang telah berkembang sebagai saran mengenalkan Indonesia di mata dunia.
Dari para pahlawan, tiap orang dapat belajar untuk selalu menjunjung tinggi nasionalisme dan persatuan. Bedanya, kita tak lagi membela dengan bambu runcing dan senjata, melainkan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa melalui prestasi dan media digital yang ada.
(Redaktur Tulisan: Rassya Priyandira)

