Hits: 42

Nadila Tasya Tanjung

Pijar, Medan. Setelah minggu pertama membahas tentang keterampilan menyimak, di minggu kedua ini Festival Tetralogi Narabahasa kembali hadir dengan membahas seputar keterampilan membaca dengan tajuk “Festival Membaca”. Webinar ini berlangsung sukses pada Sabtu (16/10/21) melalui Zoom Meeting.

Dalam pemaparannya, Asep Wijaya mengatakan bahwa dalam keterampilan bahasa dan membaca ada empat hal yang memang tidak dapat dipisahkan,yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Hal tersebut sama dengan empat bahasan dalam Festival Tetralogi yang diadakan Narabahasa. “Menurut beberapa pendapat pakar, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis adalah hal yang berkaitan, memiliki hubungan yang dapat dimaksimalkan seseorang dalam mengembangkan fungsi membaca,” tutur Asep.

Dalam kegiatannya, membaca tidak hanya sekadar membaca saja, tetapi terdapat proses dengan komponen dan tahapan penting yang berkenaan denganhal tersebut. Seperti pengenalan aksara baca dan tanda baca dalam tulisan, lalu ada korelasi yaitu unsur linguistik yang penting dalam suatu bacaan, dan adanya hubungan sebagai penguat dan pengikat akan komponen dan tahapan membaca. “Dalam membaca sendiri tidak hanya tentang membaca, tetapi kita harus membangun struktur bacaan yang kita baca,” tambah Asep.

Pemaparan Materi Oleh Asep Wijaya mengenai keterampilan membaca dalam “Festival Membaca” yang berlangsung Sabtu (16/10/21) (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi)

Dalam Festival Membaca kali ini, Narabahasa memberikan sebuah bacaan yang harus dibaca oleh audiens demi menguji sampai manakah audiens peka akan bahasa, diksi dan pemahaman yang dibaca. Bacaan yang diberikan pun sangat beragam mulai dari berita, artikel, karya ilmiah populer, sampai cerpen. Lalu setelahnya melalukan polling untuk pilihan jawaban dan didiskusikan bersama seputar membaca dan bahasa terkait dengan bacaan sebelumnya.

Tanggapan dari berbagai audiens membuat ruang diskusi Festival Membaca tersebut semakin seru. Di antaranya ada yang bertanya mengenai tips akan literasi digital, tips mengatasi kantuk saat membaca, tips meningkatkan kemampuan membaca, dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang menambah wawasan kita perihal membaca.

Asep Wijaya mengatakan, bahwasanya dalam membaca dan mengedukasi anak-anak agar membaca, kita dapat mengombinasikan antara bacaan langsung atau dengan membaca melalui platform digital. Saat melakukan kegiatan membaca tersebut, jenis membaca nyaring sangatlah diperlukan guna membantu proses penerimaan pesan langsung ke memori otak, ditambah dengan evaluasi, pemahaman, serta penerapan informasi. Dengan demikian, anak-anak pun dapat terbantu dan teredukasi sejak dini mengenai pentingnya membaca berita fakta bukan berita bohong.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment