Hits: 18

Hannysa

Pijar, Medan. Lembaga Pers Mahasiswa VISI Universitas Sebelas Maret mengadakan Webinar dengan mengangkat tema “Tips dan Trik Menulis Esai di Media Online” pada Minggu (26/09/21) pukul 09.00 WIB melalui Zoom. Webinar yang dihadiri sekitar 300 peserta ini menghadirkan Agus Mulyadi sebagai narasumber yang merupakan seorang blogger dan penulis.

Dalam pemaparannya, Agus membagikan kiat menulis esai yang menarik. Menurutnya, ada tiga karakteristik penting dalam menulis, yaitu panjang tulisan, paragraf pertama, dan adanya visual.

“Sebagai penulis, hendaknya kita jangan menulis esai yang terlalu panjang agar pembaca tidak bosan saat membacanya. Kemudian, penulis harus mampu menciptakan kalimat atau paragraf yang menarik agar pembaca tertarik membaca tulisan sampai akhir paragraf. Kemudian yang terakhir adalah pengaruh adanya visual. Pembaca sekarang lebih suka membaca sesuatu jika ada visualnya, seperti foto atau ilustrasi,” ucap Agus.

Selain itu, Agus juga menambahkan bahwa tema-tema receh atau pengalaman pribadi dalam diri juga dapat ditulis untuk dikirimkan kepada media online. Gaya tulisan yang ringan, jenaka, dan menyenangkan pun lebih berpeluang karena banyak pembaca yang membutuhkan hiburan.

Penyampaian materi oleh pemateri Agus Mulyadi di Webinar Tips dan Trik Menulis Esai di Media Online LPM VISI (26/09) via Zoom. (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi)

Dikatakan Agus, jika ingin menghasilkan tulisan yang bagus harus terdapat gagasan yang menarik dan data yang mendukung di dalam tulisan tersebut. Penulis juga harus memiliki rasa penasaran dan kritis yang tinggi terhadap suatu topik.

“Sebagai penulis, kita juga harus memiliki rasa penasaran dan jangan gampang setuju terhadap sesuatu. Rasa skeptis, penasaran, dan kritis harus dimiliki seorang penulis,” kata Agus.

Tak hanya itu, Agus juga membagikan tips praktis untuk menjadi penulis esai. Diungkapkannya, ada tiga tips yang dapat dilakukan, yaitu mencatat kosakata yang menarik saat membaca tulisan, mengikuti akun trivia agar memiliki pengetahuan yang lebih luas, dan perbanyak membaca buku kumpulan kolom.

Ia pun mengatakan bahwa menulis adalah sebuah persoalan kebiasaan. Nantinya, makin lama kepekaan dan kemampuan menulis akan semakin berkembang.

“Jika ingin menjadi penulis yang serius, kita harus membiasakan diri untuk menulis secara sering dan rutin. Dengan itu, kepekaan dan kemampuan menulis akan berkembang seiring berjalannya waktu,” pungkas Agus sebagai penutup.

(Redaktur Tulisan: Rassya Priyandira)

Leave a comment