Hits: 60
Marcheline Darmawan/Timotius Dwiki Meglona Hutabarat
Pijar, Medan. Korps Mahasiswa Pencinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup Universitas Sumatera Utara (KOMPAS USU) mengadakan webinar nasional dengan tema “Treasure Your Trash” melalui Zoom, Minggu (17/10/21). Webinar ini diadakan dalam rangka memperingati HUT KOMPAS USU ke-41 tahun.
Webinar yang ramai dihadiri siswa SMA dan mahasiswa ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan rasa peduli untuk meminimalkan jumlah sampah.
Acara dimulai dengan kata sambutan Rektor USU, Muryanto Amin. Dalam sambutannya, ia mengingatkan para mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan bebas sampah. Pada akhir sambutan, beliau memberi tantangan kepada KOMPAS USU untuk menjalankan program kerja mengenai penanganan dan pembuangan sampah dan berjanji akan memfasilitasinya.

Pada sesi pertama, Saharudin Ridwan (Dewan Pendiri Asosiasi Bank Sampah Indonesia), menjelaskan bahwa tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat akan sampah masih kurang. Menurutnya, pembelajaran lingkungan hidup harus diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan sejak dini. Ia juga menjelaskan tentang banyaknya aturan dari pemerintah pusat maupun daerah, tetapi tidak efektif dalam pelaksanaannya.
“TPA tidak menyelesaikan masalah. Sampah tidak sekadar dibuang saja. Namun, perlu pemrosesan dan penanganan yang tepat,” ujarnya.
Saharudin juga memaparkan tentang pengaplikasian Gerakan 3R pada bank sampah yang memberi dampak positif bagi kehidupan sosial, lingkungan, dan ekonomi. Ia juga menekankan lima aspek untuk mencapai tujuan pengurangan dan penanganan sampah, yaitu regulasi, kelembagaan, pembiayaan, pemberdayaan, dan teknologi.
Materi dilanjutkan dengan pembahasan zero waste lifestyle oleh Rahmad Martuah, seorang penggiat pengelolaan sampah. Pembahasan dimulai dengan situasi darurat sampah di Indonesia dan berdasarkan data yang didapat.
Rahmad menyampaikan bahwa tingkat pencemaran sampah di laut dua kali lipat dari permukaan yang membahayakan biota laut. Selanjutnya dipaparkan tentang aktivitas zero waste lifestyle yang meliputi refuse, reduce, recycle, reuse, replace, repair, dan rot beserta solusi-solusinya.
Menurutnya, gaya hidup ini harus diterapkan dan dijadikan kebiasaan guna memelihara dan menjaga bumi. Sebagai penutup, ia berpesan bahwa perubahan besar dimulai dari satu langkah kecil, yaitu dimulai dari kita.
(Redaktur Tulisan: Rassya Priyandira)

