Hits: 15
Nathasya Sianipar / Hidayat Sikumbang
Pijar, Medan. Kegiatan literasi berkonsentrasi pada kemampuan untuk menerima berbagai bahasa yang terdapat dalam setiap buku. Hal ini menuntut untuk dapat menguasai bahasa dan meningkatkan minat baca. Minat baca di Indonesia sendiri masih sangat rendah, Indonesia berada pada ranking 62 dari 70 negara berdasarkan hasil pebelitian dari Program for International Student Assessment (PISA) rilisan Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) tahun 2015.
“Saya kira ini merupakan hal yang sangat menyedihkan. Sangat kontradiktif dengan banyaknya di zaman teknologi ini kita yang sudah memiliki handphone, tapi kenapa literasi kita itu rendah? Ini menjadi tantangan bagi kita untuk meningkatkan keinginan membaca dari masyarakat, generasi muda, anak-anak kita,” tutur Wiwiek Sisto Widayat, Kepala KPWBI Provinsi Sumatera Utara dalam mengungkapkan kekecewaanya saat memberikan kata sambutan.
Maka dari itu, perpustakaan Bank Indonesia perwakilan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Bank Indonesia Nusantara Library Fest menyelenggarakan acara ini dengan menghadirkan Ivan Lanin selaku wikipediawan pencinta Bahasa Indonesia dan Adi Wahyu Adji yang merupakan CEO Rumah Kepemimpinan dan pengulas buku, sebagai pemateri pada Rabu, (02/12). Seminar yang diadakan secara virtual melalui aplikasi Zoom meeting dan streaming Youtube oleh Forum Komunikasi dan Pengembangan Pustakawan Bank Indonesia ini dimulai pada pukul 2 siang. Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan perpustakaan Bank Indonesia yang sudah mulai terlupakan dan juga sekaligus untuk meningkatkan minat literasi masyarakat.
Dalam acara ini Ivan Lanin mengaku bahwa awalnya ia juga tidak begitu peduli pada keterampilan bahasa, ia condong untuk lebih peduli mengenai bahasa pemrograman. Namun ketika ia mulai bergabung menulis di Wikipedia pada tahun 2006, ia menyadari bahwa keterampilan masyarakat termasuk juga kontributor Wikipedia untuk menulis dengan berbahasa Indonesia masih kurang. Ivan Lanin juga memberikan 10 keterampilan komunikasi modern yang diperlukan untuk membuat tulisan yaitu, mengenali kebutuhan informasi,mengatur informasi dan ide dengan logis dan lengkap, menyampaikan ide dengan koheren dan persuasif, menyimak orang lain dengan aktif, berkomunikasi dengan berbagai kalangan orang, memakai teknologi dengan efektif dan efesien, menggunakan bahasa yang baik dan benar, berkomunikasi secara beradab dan etis, mengelola waktu dan sumber daya dengan bijak, serta berpikir kritis untuk mengevaluasi dan menyimpulkan.
Menurut Ivan Lanin bahasa memiliki 3 fungsi, ia berkata “ketiga kekuatan ini, untuk menyampaikan rasa, menyampaikan pesan, dan mempengaruhi orang lain yang bisa mendukung kita untuk menguasai dunia, itu sisi baiknya. Sedangkan sisi buruknya kita bisa menggunakan bahasa untuk memanipulasi dunia.”
Selain itu Adi Wahyu Adji juga berbagi semangatnya dengan mengatakan, “untuk bisa aktif membaca itu memang tidak bisa sekaligus, harus melewati tahapan bisa dan cinta. Ini yang selalu saya ingatkan pada peserta workshop saya, tidak perlu terburu-buru untuk menjadi seorang yang aktif membaca yang penting bisa dan cinta dulu. Sehingga akhirnya kebiasaan itu jadi tumbuh, bukan sesuatu yang dipaksakan.”
CEO Rumah Kepimimpinan ini berpendapat bahwa agar bisa mencintai dan menguasai buku seseorang harus memiliki kebutuhan membaca, memilih buku yang tepat, dan mulai untuk membaca rutin
Sebagai penutup diskusi, kedua pemateri memberikan kesimpulan sekaligus pesannya masing-masing. Ivan menyatakan bahwa semua keterampilan itu tidak turun dari langit, itu mestilah dipupuk dengan latihan setiap hari. Sepakat dengan pendapat Ivan, Adi juga menekankan mengenai pentingnya latihan untuk meningkatkan kualitas ilmu membaca kita.
(Editor: Erizki Maulida Lubis)

