Hits: 8

Yudika Phareta Simorangkir

Pijar, Medan. Akun Instagram @usumfs merupakan salah satu ruang digital bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) untuk berbagi informasi, pengalaman, hingga membahas topik-topik seputar kampus. Hadir sejak September 2026, USU Menfess tidak sebatas menjadi tempat untuk menyampaikan curahan hati (curhat), tetapi juga sebagai sarana pertukaran informasi di luar kanal resmi kampus.

Sebelumnya, USU Menfess sudah hadir di platform X (Twitter) sejak tahun 2022. Namun, melihat kebutuhan informasi mahasiswa yang tidak terbatas pada satu platform saja, admin USU Menfess, yang akrab disapa Minsu, kemudian mengembangkan akun tersebut ke Instagram untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa. Dalam waktu sekitar tiga minggu sejak dibuka, akun ini sudah memiliki hampir 8.000 pengikut.

Mekanisme pengiriman menfess di Instagram dilakukan dengan cara mengikuti terlebih dahulu akun @usumfs, dan harus diikuti balik oleh akun base. Kemudian, pengguna mengikuti format dan petunjuk pengiriman yang telah disediakan di sorotan Instagram. Setelah mengirimkan menfess, pesan akan otomatis dipublikasikan langsung oleh bot. Meskipun demikian, Minsu tetap melakukan pemantauan terhadap konten setelah diunggah.

“Jika ditemukan konten yang melanggar rules, memuat informasi pribadi tanpa izin, atau merugikan pihak lain, saya dapat meninjau dan mengambil tindakan termasuk menghapus unggahan tersebut,” jelasnya.

postingan di akun ig usu menfess
Unggahan pada akun Instagram @usumfs
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Yudika Phareta Simorangkir)

 

Beragam informasi yang masuk per harinya kurang lebih 50-70 menfess, mulai dari informasi tentang akademik, kegiatan organisasi, rekomendasi kebutuhan mahasiswa, hingga pengalaman bahkan keluhan terkait kehidupan kampus. Dari semuanya, konten yang berkaitan langsung dengan pengalaman dan kehidupan mahasiswa cenderung memicu respons yang lebih besar.

“Terutama ketika suatu persoalan relevan dan banyak orang atau berkaitan dengan pengalaman yang mungkin juga pernah dialami mahasiswa lain. Contohnya, unggahan mengenai keluhan terhadap perilaku staf fakultas yang ramai dibicarakan belakangan ini,” tuturnya.

Reva, salah satu mahasiswa USU yang pernah memberikan komentar pada akun @usumfs, juga menyatakan bahwa dirinya sering mendapatkan informasi yang sangat membantu dalam kehidupan perkuliahan.

“Pernah mendapatkan informasi tentang mata kuliah MKWU, MKWK, atau di mana bisa beli buku. Terakhir kali, aku pernah menemukan buku, lalu mau mengembalikan ke pemiliknya lewat akun menfess,” ujarnya.

Dengan kehadiran @usumfs di Instagram, Minsu berharap akun ini bisa terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berbagi informasi, menyampaikan pengalaman, hingga mengangkat persoalan yang terjadi di dalam kehidupan kampus. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan agar bijak menggunakannya, dan tidak menjadikan anonimitas sebagai alasan untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau merugikan pihak lain.

“Anonimitas bukan berarti seseorang bebas menyampaikan apa pun tanpa mempertimbangkan dampaknya. Setiap menfess perlu memperhatikan privasi, menghindari fitnah, dan tidak merugikan pihak lain,” tegasnya.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment