Hits: 6

Yudika Phareta Simorangkir

 

Lelah duduk bersandar di bahu-bahu sunyi

Beberapa menggenggam rindu, ada pula yang membawa cerita untuk dibagi

Atau… sekadar ingin sampai

Tak satu pun berangkat, untuk berhenti di tengah jalan

 

Laju itu sempat terhenti

Bukan karena ingin

Tapi di depan sana, jalur pulang telah lebih dulu pecah

 

Tapi, ada yang terasa ganjil di udara

Seolah rel menahan sesuatu yang tak terucap

 

Brak—

Dua derak beradu tanpa janji

Memuntahkan jerit panjang yang menggerus telinga

Sunyi retak seketika

Lengkingnya merobek udara

 

Waktu pecah tanpa aba-aba

Dua arah dipertemukan, bukan untuk pulang

Seperti doa yang tak sempat terucap

Tertinggal di antara deru dan denting

 

Semerbak anyir pun mencekik udara

Merebak bersama dinginnya angin malam itu

Napas tersendar, enggan kembali utuh

Suara-suara luruh menjadi pilu

 

Yang pulang tak semuanya sampai

Sebagian dipaksa bertahan

Yang lain lesap dalam hening

Menyisakan penantian yang tak akan pernah selesai

Leave a comment