Hits: 11
Lely Siregar / Azka Luthfiah Khalda
Pijar, Medan. Enam tim Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (PKM USU) lolos menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025. Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan terstruktur yang dilakukan oleh PKM Center USU, serta kegigihan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang patuh administrasi dan menonjol dalam kreativitas.
Erni Misran, Ketua PKM Center USU, menjelaskan bahwa bobot penilaian terbesar berada pada tahap presentasi Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2 PKM) Nasional.
“Jadi, bobot yang terbesar itu adalah pada saat PKP2, ketika sesi presentasi dan tanya jawabnya. Selain itu, ada juga laporan kemajuan dan proposal,” ujarnya.
Tahun ini, penilaian juga dibagi ke dalam beberapa klaster, di mana USU berada pada klaster pertama. Setiap klaster memiliki kuota keterwakilan, sehingga hanya tim dengan nilai tinggi dan kepatuhan format yang dapat melanjutkan ke tahap PIMNAS. Aspek administrasi yang tidak sesuai pedoman teknis dapat menggugurkan proposal pada tahap awal seleksi.
Proses pembinaan dilakukan melalui dukungan rektorat, Direktorat Prestasi Mahasiswa dan Hubungan Kealumnian (DITMAWALUMNI), PKM Center, serta PKM Corner di tiap fakultas. Selain itu, mentor dari alumni PIMNAS dan mahasiswa berpengalaman turut membantu pendampingan proposal. PKM Center juga mengadakan bootcamp sebanyak tiga kali untuk melatih penyampaian materi dan persiapan poster.
Salah satu tim yang lolos adalah tim PKM Kewirausahaan dengan proyek Polyshell Dent. Ketua tim, M. Dwi Haikal, bersama Aurora Graciela, Ferdy Salim Lubis, Nathan Pratama, dan Viola Pakpahan, serta dosen pembimbing, yaitu Kholidina Imanda Harahap, mengembangkan replika gigi sebagai media latihan preparasi mahasiswa kedokteran gigi. Produk ini merupakan pengembangan lanjutan dari riset kakak tingkat pada skema PKM Riset Eksakta tahun sebelumnya.
Aurora meluruskan persepsi bahwa produk tersebut bukan gigi palsu, melainkan hanya properti untuk kebutuhan praktikum.
“Benda ini bukan gigi palsu. Model ini dipakai mahasiswa untuk latihan preparasi, seperti membentuk dan membersihkan kavitas sebelum penambalan. Jadi, ini replika gigi untuk kebutuhan praktikum, dan kami membuat versi pengembangannya sendiri,” tegasnya.
Mereka akan bertanding di Makassar dengan target membawa pulang kemenangan, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti PKM.
Sebagai ketua tim, Haikal turut mendorong mahasiswa lain untuk memanfaatkan kreativitas yang dimiliki.
“Banyak ide bertebaran di kepala mahasiswa, dan PKM ini tempat untuk menuangkannya. Di sini, ide-ide out of the box justru yang dipilih,” ucapnya.
Sementara itu, Aurora mengingatkan pentingnya mengambil peluang selama masih menjadi mahasiswa.
“Kita punya banyak kesempatan yang tidak akan didapatkan setelah lulus, termasuk PKM. Jadi, ambil saja kalau masih ada peluang, karena kita tidak tahu sejauh apa itu bisa membawa kita,” tuturnya.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

