Hits: 7
Patrycia Gloryanne Pasaribu
Pijar, Medan. Setiap tahunnya pada tanggal 28 November, masyarakat Indonesia merayakan ekosistem pohon, dengan peringatan “Hari Menanam Pohon Indonesia”. Apa itu Hari Menanam Pohon Indonesia?
Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) adalah suatu upaya yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon. Peringatan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2008 yang mengesahkan 28 November sebagai hari nasional dalam gerakan penanaman pohon.
Dilansir dari detik.com, Hari Menanam Pohon Indonesia awalnya dicetuskan pada tahun 2007 dalam pelaksanaan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini juga menjadi awal pergerakan Bulan Menanam Nasional pada bulan Desember 2007, sehingga rutin dilakukan setiap tahunnya.
Peringatan HMPI sendiri memiliki tujuan agar masyarakat semakin perhatian terhadap peran pohon dalam menjaga kelestarian alam, mengantisipasi terjadinya perubahan iklim, dan menjadi langkah preventif pada bencana alam. Tujuan tersebut merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan saat ini, mengingat banyak sekali daerah Indonesia khususnya Sumatera yang telah terdampak bencana alam.
Akhir-akhir ini, beberapa daerah di kawasan Sumatera Utara dan Barat, yaitu Aceh, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Padang mengalami bencana alam yang dahsyat. Banjir bandang dan tanah longsor turut melanda hampir seluruh bagian dari wilayah serta menciptakan banyak korban. Berdasarkan laporan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) pada medan.tribunnews.com, tercatat sebanyak 72 korban terdampak bencana pada hari Selasa (25/11/2025).
Bencana alam tersebut mengundang respon dari warganet. Pasalnya, terdapat banyaknya gelondongan kayu yang terbawa arus pada beberapa titik daerah, khususnya Tapanuli Tengah dalam klip video yang beredar di sosial media.
“Dari serpihan kayu-kayu yang terbawa arus banjir bandang menjadi saksi rusaknya ekosistem hutan, khususnya kawasan hutan Tapanuli,” sebut salah satu warganet di kanal TikTok.
Di tengah situasi bencana tersebut, terdapat beberapa warganet yang memberikan harapannya tentang kesadaran semua pihak tentang isu eksploitasi hutan.
“Semoga semua pihak dapat membuka mata dan melihat dampak dari eksploitasi hutan yang marak. May all of us still safe,” ujar salah satu warganet di kanal Instagram.
Berdasarkan informasi tersebut, menunjukkan bahwa ekosistem alam memiliki peran penting dalam keberlangsungan lingkungan
Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat deforestasi tertinggi. Berbagai aktivitas manusia, seperti penebangan liar, pembukaan lahan, dan pembangunan infrastruktur dapat berkontribusi terhadap berkurangnya area hutan sebagai pelindung alam.
Perubahan pada kondisi hutan tersebut memicu berbagai permasalahan alam yang telah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia menjadi momentum untuk mendorong kegiatan manusia untuk lebih peduli lingkungan, menghijaukan bumi yang lebih berkelanjutan.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

