Hits: 30

Kurratul Aina / Danny Wira Kurnia

Pijar, Medan. Fenomena melawan arah oleh pengendara motor di daerah Pintu 4 Universitas Sumatera Utara (USU) sampai sekarang masih sering terjadi. Pada waktu masuk dan pulang perkuliahan di setiap pagi dan sore hari, para pengendara yang berasal dari Jalan Pembangunan memilih untuk mengambil jalan yang lebih dekat menuju kampus, yaitu dengan melawan arus melalui Pintu 4.

Salah satu Satuan Pengaman (satpam) di Pintu 4, dengan inisial R, menyatakan bahwa pada umumnya fenomena melawan arah ini dimulai dari pukul 07.00-09.00. Tingginya volume pengendara bermotor yang melawan arah di pagi hari yang berasal dari Jalan Pembangunan, menimbulkan kemacetan serius. Kemacetan tersebut juga turut menyulitkan para pejalan kaki yang ingin menuju kampus melalui Pintu 4.

Satpam dengan inisial R, menyatakan bahwa walaupun selama tiga bulan terakhir tidak pernah terjadi kecelakaan lalu lintas di area sekitar tersebut, tetap saja para pejalan kaki sangat rawan dengan berbagai risiko yang ditimbulkan dari ulah para pengendara tersebut. Meskipun sudah terjadi selama beberapa tahun, sampai saat ini tidak ada arahan dari pihak kampus untuk membenahi fenomena lawan arah yang dilakukan oleh para pengendara motor.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dengan inisial S, mengungkapkan alasannya ketika maraknya pengendara yang melawan arah di sekitar daerah Jalan Pembangunan menuju Pintu 4 USU.

“[Alasan melawan arah] karena lebih cepat masuk ke area kampus, tanpa harus putar balik terlebih dahulu dengan jarak yang cukup jauh. Hal tersebut dapat menghambat saya saat sedang terburu-buru untuk menghadiri kelas dan sekaligus menghindari macet di pagi hari,” ungkapnya.

Di lain sisi, salah satu pejalan kaki yang mengalami dampak dari fenomena tersebut juga memberikan tanggapan. Monica Chelsea Hutagaol, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi USU, mengeluhkan tentang fenomena pengendara bermotor yang melawan arah di daerah tersebut.

“Pengendara [mengambil jalan] dari dua arah, [sehingga] membuat jalur untuk pejalan kaki menjadi semakin sempit dan merasa terganggu,” keluhnya.

Menanggapi terkait fenomena lawan arah tersebut, satpam dengan inisial R, hanya dapat memberikan harapannya kepada para pengendara motor.

“Semoga pengguna jalan lebih teratur dan ada kesadaran dari dalam diri masing-masing agar menaati peraturan berlalu lintas,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment