Hits: 20
Evelin Margareta Purba
Pijar, Medan. Tim nasional (Timnas) Indonesia U-17, atau “Garuda Muda”, berhasil membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia setelah lolos ke piala dunia 2025 di Qatar. Tim ini beranggotakan 23 orang dan dilatih oleh Nova Arianto.
Indonesia sudah menunjukkan kemampuan yang luar biasa setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor 1-0, Afghanistan dengan skor 2-0, dan Yaman dengan skor 4-1, sebelum terhenti di seperempat final piala Asia U-17 2025 setelah kalah melawan Korea Utara dengan skor 0-6. Terlebih lagi, Indonesia adalah satu-satunya negara Asia tenggara yang berpartisipasi di piala dunia U-17 tahun 2025.
Qatar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 dari 3 November hingga 7 November 2025. Sebanyak 48 tim dari enam konfederasi dunia berpartisipasi dalam edisi pertama turnamen, termasuk Jerman, sang juara bertahan 2023. Selanjutnya, piala dunia akan diselenggarakan di Qatar dari tahun 2025 hingga 2029.
Garuda Muda sendiri tidak mungkin maju ke piala dunia tanpa orang-orang yang berbakat di dalamnya. Tim nasional Indonesia Garuda Muda dapat bertahan di piala dunia 2025 Qatar berkat kegigihan pelatih dan kerja sama pemain yang luar biasa.
Dilansir dari detik.com, Evandra Florasta sebagai salah satu pemain timnas Indonesia U-17 merupakan pelajar sekolah menengah atas di Malang, Jawa Timur. Sejak berusia 2 tahun, Evandra sudah mulai memiliki ketertarikan dengan bola. Orang tuanya mendukung penuh hal tersebut dengan menempatkan banyak bola di seluruh sudut rumah, agar dia dapat memiliki rangsangan untuk memainkan bola itu.
Saat berusia 7 tahun, Evandra mulai bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB). Ia juga sempat tampil pada ajang Kuala Lumpur Cup U-13, Piala Suratin pada 2022 bersama tim di Pasuruan, dan akhirnya direkrut untuk bergabung ke Bhayangkara Junior FC Youth.
Konsistensi ini membuahkan hasil ketika ia tampil pertama kali untuk Timnas U-16 pada 2024. Meskipun usianya terbilang cukup muda, namun Evandra terus menunjukkan keahliannya sampai ia menjadi salah satu pemain yang mengharumkan nama Indonesia di Piala Asia atas 3 gol yang dicetaknya.
Di antara para Garuda Muda, hanya ada satu pemain naturalisasi, yaitu Matthew Sitorus Baker. Salah satu andalan timnas Indonesia U-17. Mengutip dari sports.sindonews.com, Matthew lahir di Melbourne, Australia, pada 13 Mei 2009. Ia memiliki darah campuran Indonesia dari ibunya.
Hal menarik dari Matthew adalah, ia memutuskan untuk berada di Timnas Indonesia U-17 meskipun ia sempat mendapatkan panggilan dari timnas Australia U-17. Keputusannya menunjukkan bahwa ia memiliki komitmen terhadap Indonesia. Kelebihan yang menjadikannya aset berharga bagi tim adalah cara bermain yang baik, umpan akurat, serta keseriusannya dalam bermain di lini belakang.
Dengan terampilnya anggota Garuda Muda dan prestasi yang sudah dicapai, kita pasti berharap bahwa nama Indonesia dapat terus dibanggakan, dan Timnas Indonesia U-17 dapat sampai di titik yang lebih baik lagi.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

