Hits: 67

Amanda Citra Ayu / Shafna Jonanda Soefit Pane

Pijar, Medan. Schaeffler, salah satu perusahaan teknologi terkemuka di pasar dunia, melakukan kolaborasi dengan pihak Tim Horas Universitas Sumatera Utara (USU) dalam menyelenggarakan kuliah umum. Acara bertajuk “Engineering the Future with Schaeffler Solutions ini dilaksanakan di Aula Teknik USU pada Jumat (15/11/2024).

Kuliah umum ini dihadiri oleh Ketua Departemen Fakultas Teknik (FT), Tim Horas USU, serta mahasiswa.

David Nervin, Presiden Bearings & Industrial Solutions Japan Southeast Asia Pacific turut menghadiri acara. Helon Rintar Siahaan, Head of Sales & Industrial Solutions; Dea Wahyudi P. Nugroho, Application & Engineering Manager; serta Kondar Jonga M. Sinaga, Sales & Service Manager Industrial MRO dari Schaeffler menjadi pembicara lainnya.

Kuliah Umum Engineering the Future: Persiapan Diri Menghadapi Perubahan Teknologi di Masa Depan - www.mediapijar.com
Sesi Pemaparan Materi oleh Bapak Chris Hardianto.
(Fotografer: Amanda Citra Ayu)

Acara ini diperuntukkan bagi mahasiswa FT, khususnya Program Studi Teknik Mesin untuk membuka wawasan mereka terkait teknologi bearing dan solusi-solusi lainnya dalam menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

General Manager Tim Horas USU, Wildian, menjelaskan bahwa kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan dengan kerjasama pihak Schaeffler-USU dengan pemberian alat peraga sebagai jembatan pengenalan bearing tersebut.

“Setelah acara ini, pihak Schaeffler akan berjumpa langsung dengan rektor dan juga direktur kemitraan global untuk kerja sama internasional. Akan dilakukan kerja sama seperti pemberian alat peraga dan pembuatan taman dengan tujuan pengenalan bearing. Ini mungkin sebagai langkah awal kerja sama dari pihak Schaeffler dengan pihak USU dan mungkin bisa berlanjut lagi,” ujar Wildian.

Kondar Jonga yang juga merupakan alumni dari Fakultas Teknik, menjelaskan pentingnya keterlibatan dunia pendidikan dengan keberlanjutan industri manufaktur di Indonesia.

“Lembaga pendidikan mempersiapkan tempat dan mahasiswa untuk melakukan sharing session, yang saya pikir merupakan bagian dari program kampus sebagai institusi yang memproduksi sarjana teknik mesin yang bisa merancang dan memelihara (industri manufaktur). Harapannya, tujuan kampus ini tersinergi dengan program kita. Dalam hal ini, peran kampus sangat amat positif kalau kita mau ‘memerdekakan’ bangsa ini dari segi manufaktur. Kita harus mensinergikan akademisi, praktisi, dan industri,”  jelasnya.

Kondar juga berharap setelah adanya kuliah umum ini, mahasiswa nantinya sudah siap menghadapi perubahan teknologi yang ada.

“Harapannya ke depan adik-adik mahasiswa bisa memahami dunia teknologi, khususnya bearing. Mulai dari pembuatan, pemeliharaan, dan juga monitoring yang utamanya sudah sampai ke konsep digitalisasi,” pesannya.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment