Hits: 50
Dhea Chintya / Najla Khairani
Pijar, Medan. Foreign Policy Community of Indonesia Universitas Sumatera Utara (FPCI USU) kini hadir berkolaborasi dengan BijakPilkada dan Politik, mengadakan wadah diskusi antar wali kota dengan masyarakat umum untuk pertama kalinya di Medan pada tahun 2024. Kegiatan ini berfokus terhadap sesi talkshow interaktif dengan masing-masing calon wali kota, pojok kegiatan (activity corner), dan games-games seputar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Medan adalah salah satu dari 14 kota lainnya yang mengadakan Festival Pilkada dengan tema “Satu Tujuan Bangun Medan Bebas Masalah”. Dengan tema tahun ini, FPCI USU bersama BijakPilkada merasa bahwa masih minimnya forum masyarakat, terutama di wilayah Kota Medan dalam membahas isu-isu politik. Harapannya, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kontribusi masyarakat terhadap pembangunan dan perkembangan Kota Medan itu sendiri.

(Fotografer: Dhea Chintya)
Pada Festival Pilkada ini, isu strategis yang difokuskan ada 3, yaitu pendidikan dan ketimpangan sosial, darurat sampah di Kota Medan, dan infrastruktur serta lingkungan. Kegiatan ini menghadirkan Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Rico Waas, dan Calon Wakil Wali Kota Medan nomor urut 3, Yasir Ridho Lubis.
Total yang menghadiri Festival Pilkada Medan pada hari Selasa, 12 November 2024 ada 200 peserta. Festival Pilkada Medan ini diadakan di D’Hall Sakti Lubis, Kec. Medan Kota, Kota Medan, dimulai dari pukul 12.30 -17.15 WIB.
Kegiatan ini dimulai dari aspirasi Rico Waas, yang diwakili oleh Afif Abdillah, ketua Partai Nasdem Kota Medan, serta wakil ketua Tim Pemenangan Rico-Zaki. Salah satu program yang direncanakan oleh Rico adalah pemberian bantuan modal, pelatihan, asisten, dan pembinaan untuk 100 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengalami deflasi karena kurang mampunya daya beli masyarakat.

(Fotografer: Najla Khairani)
Pada sesi tanya jawab, Michael Lim selaku peserta mengungkapkan pendapatnya tentang budaya Melayu di Medan. “Budaya Melayu di Kota Medan kini mengalami krisis identitas, bagaimana menurut Bapak?.” Afif menjawab bahwa setiap kecamatan di Kota Medan, pasti ada perbedaan ekonomi, ras, dan gaya hidup. Oleh sebab itu, Rico ingin membangkitkan semua UMKM.
Dilanjut Yasir Ridho Lubis, ia mengangkat isu pendidikan dengan rencana untuk menciptakan program Satu Rumah Satu Sarjana untuk menanggulangi 187 ribu warga miskin di Kota Medan. Yasir berharap program ini dapat terealisasikan, sehingga warga Medan mampu bersaing dalam dunia kerja dan mampu menghidupi diri sendiri.
“Saya sangat puas terhadap reaksi dari partisipan yang sangat aktif saat forum dilaksanakan, mulai dari sesi bertanya, sesi pro-kontra dalam menyuarakan ide dan gagasan, sesi games, dan saat sesi talkshow berlangsung. Banyak sekali masyarakat yang akhirnya menyuarakan aspirasi-aspirasi untuk perkembangan Kota Medan,” kata Izzatul Magfirah selaku Vice President FPCI USU.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

