Hits: 47
Jennifer Francesca
Pijar, Medan. Gema Serodja kembali menyelenggarakan “Ceria Budaya”, sebuah rangkaian kegiatan kampanye kebudayaan Melayu pada Senin, (7/10/24). Menargetkan generasi muda, khususnya para mahasiswa, acara ini berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Tak jauh berbeda dari kegiatan sebelumnya, Ceria Budaya kali ini juga menjadi taman bermain terbuka bagi para peserta yang hadir, dengan berbagai jenis permainan tradisional yang disediakan seperti congklak, engklek, lompat karet, gasing, hingga batu serimbang. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bernostalgia dan mengenal lebih dekat kebudayaan Melayu.
General Manager Gema Serodja, Farhan Alvadin Lubis menjelaskan bahwa tujuan diadakannya rangkaian kampanye ini adalah untuk memperkenalkan kebudayaan Melayu pada anak-anak muda, mengajak mereka untuk ikut melestarikan dan mencegahnya punah tergerus perkembangan jaman. Sejalan dengan filosofi nama Gema Serodja, yakni menggaungkan kebudayaan Melayu di kalangan masyarakat.
“Kita sama-sama tahu (bahwa) banyak yang belum mengetahui sebenarnya suku Melayu ini juga merupakan etnis asli Sumatra Utara. Jadi, lewat Gema Serodja, kami memperkenalkan Kebudayaan Melayu sebagai kebudayaan asli dari Sumatra Utara.”
Melalui rangkaian kegiatan Ceria Budaya, Farhan berharap semangat kebudayaan lokal anak-anak muda dapat bangkit dan membara kembali. Farhan juga menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan akhir dari kegiatan kampanye kebudayaan Melayu oleh Gema Serodja. Meski begitu, ia memastikan bahwa bukan tidak mungkin kegiatan Ceria Budaya akan dilaksanakan kembali, melihat tingginya antusias dari para peserta.

(Fotografer: Jennifer Francesca)
Sebagai pembuka, Gema Serodja telah melangsungkan kampanye secara daring melalui platform Instagram selama satu bulan terakhir. Kampanye tersebut menyebarluaskan informasi-informasi mengenai kebudayaan Melayu yang meliputi pantun, syair, tarian, hingga tempat wisata Melayu pada akun Instagram @gemaserodja.
Nabila, salah seorang peseta yang turut meramaikan kegiatan Ceria Budaya pada siang hari itu juga menyampaikan kesan positifnya.
“Bagus sekali, sih, karena kita juga sudah tidak pernah main lagi sejak dewasa, permainannya juga udah banyak berhilangan. Jadi bagus untuk yang mau main lagi, mau bernostalgia, juga untuk melestarikan kebudayaan lokal,” ujarnya.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

