Hits: 124
Muhammad Fikri Haikal Saragih
Pijar, Medan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2024 sudah melalui beberapa tahapan penyeleksian internal kampus. Per April 2024, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mengumumkan pendanaan PKM Tahun 2024. Pengumuman pendanaan ini disampaikan melalui surat edaran yang terlampir di laman resmi Simbelmawa pada Jumat (19/4/2024).
Dari delapan skema yang telah diumumkan pendanaannya, sebanyak 459 perguruan tinggi berhasil lolos dengan total pendanaan sebesar Rp27.840.000.000. Universitas Sumatera Utara (USU) sendiri meloloskan sebanyak 40 proposal untuk didanai.

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi (Muhammad Fikri Haikal Saragih)
Riset Eksakta (RE) tercatat sebagai skema yang paling banyak diraih USU pendanaannya dengan jumlah proposal sebanyak sebelas. Menyusul skema Pengabdian kepada Masyarakat (PM) dan Kewirausahaan (K) dengan jumlah proposal sebanyak sembilan dan delapan.
Proses penyeleksian karya dilakukan dengan ketat melalui dua tahapan, yaitu administrasi dan substansi. Para penyeleksi merupakan pakar dan reviewer dari seluruh Indonesia.
“Jadi, di PKM ini ada dua tahap penilaian. Yang pertama adalah tahap administrasi. Luar biasa ketat PKM ini, jadi hal-hal seperti jumlah halaman, letak nomor halaman, dan masih banyak lagi kriteria terkait administrasi sangat diperhatikan dan dibutuhkan sosialisasi terkait hal tersebut. Lalu yang kedua adalah tahap substansi. PKM, berarti ada kreativitas yang ditonjolkan, kemudian adanya kebaruan, dan berikutnya yaitu aplikatif yang bersifat solutif terhadap permasalahan yang ada,” jelas Erni Misran selaku Ketua PKM Center USU.
Berdasarkan pernyataan Erni, dana digunakan untuk berbagai macam kebutuhan tim dalam pengerjaan penelitian dari karya yang berhasil lolos tersebut.
“Setiap proposal itu ada empat item pembelanjaan, seperti untuk biaya habis pakai, biaya sewa, biaya transportasi, dan biaya lainnya seperti untuk media sosial yang harapannya PKM ini semakin dikenal oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Jadi, memang komponen terbesar itu untuk biaya habis pakai tadi. Kalau di-research buat beli bahan-bahan, seperti di Teknik Kimia untuk beli etanol dan lainnya, di Pertanian untuk pupuk, dan terkait pembuatan video atau software untuk lisensi software,” ungkap Erni.
Proposal yang meraih pendanaan akan diseleksi kembali untuk dapat maju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Untuk lolos ke Pimnas, tim-tim yang telah sampai ke tahapan ini akan dievaluasi melalui Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2). Terdapat tiga komponen penilaian dalam PKP2, yaitu nilai proposal, nilai kemajuan, dan nilai presentasi. Dari situ akan ditentukan tim yang lolos ke Pimnas.
USU diharapkan dapat membawa pulang emas Pimnas setelah tahun lalu hanya membawa dua perak. Erni juga berharap, banyak tim dari USU yang berhasil lolos ke Pimnas untuk bersaing dengan universitas besar lainnya.
“Kita berharap dari 40 ini, dapat melebihi target kita. Dikarenakan tahun lalu hanya ada delapan tim yang lolos ke Pimnas, jadi kami berharap ada setidaknya di atas sepuluh. Jadi, kita berharap lebih banyak tim yang masuk Pimnas dan harapannya tahun lalu kita mendapatkan dua perak, kita bisa mendapatkan emas tahun ini,” harap Erni.
(Redaktur Tulisan: Hana Anggie)

