Hits: 74
Tahara Amelia Pratiwi
Pijar, Medan. Internasionalisasi bagi mahasiswa merupakan salah satu bentuk realisasi dari program MBKM atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dilaksanakan di luar negeri. Program Internasionalisasi yang ditujukan untuk mahasiswa atau biasa disebut student exchange ini terdiri dari long course yaitu pertukaran mahasiswa selama satu semester dan short course yang berdurasi lebih singkat.
Upaya Program Internasionalisasi Universitas Sumatera Utara (USU) telah terealisasikan pada pembelajaran semester genap lalu. Mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar di universitas luar negeri juga telah kembali.
Salah satunya, Mubina, mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU yang mengikuti Program Internasionalisasi ke UiTM Malaysia.
“Selama di sana, kegiatan kami terbagi atas kegiatan universitas, fakultas, dan UKM. Di UiTM ada Fakultas Komunikasi sendiri dan aku ambil advertising. Proses perkuliahannya juga tidak hanya di kelas aja, tapi juga sering berkunjung ke beberapa perusahaan advertising dan karena di sana menggunakan bahasa Inggris jadi dapat banyak pengalaman baru pastinya,” ujar Mubina.
Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan selaku Wakil Rektor III yang menanggungjawabi Program Internasionalisasi ini mengatakan bahwa USU telah mengirim para mahasiswa ke berbagai negara.
“Di tahun lalu kita sudah berhasil mengirim mahasiswa outbond ke UiTM Malaysia sebanyak kurang lebih 38 orang dan ke beberapa negara lain seperti Pakistan ada 10 orang. Lalu, ada juga yang ikut melalui jalur IISMA dan Flagship Kementerian,” ungkapnya.
Poppy juga menegaskan bahwa USU sudah menyurati beberapa universitas luar negeri terkait penerimaan mahasiswa yang nantinya akan dikirim lagi. Universitas tersebut tentunya sudah bekerja sama dengan USU.
“Itu harus berlanjut dan alhamdulillah tahun ini punya pendanaan yang cukup besar dari tahun sebelumnya, jadi kita sangat berharap program ini tetap berjalan, ya,” jelas Poppy.
USU menargetkan untuk bekerja sama dengan negara-negara dari negara berkembang lainnya dan memperluas cakupan Program Internasionalisasi.
“Jika dipetakan, saat ini kerja sama USU lebih banyak dengan Malaysia dan Jepang. Jadi, kita berupaya agar penyebarannya lebih luas lagi dan berharap tidak hanya bekerja sama dengan developed country, tetapi juga dengan developing country seperti negara-negara di Benua Afrika itu belum banyak dan harapan kita ke situ. Terutama juga untuk kita menerima mahasiswa dari sana,” sambungnya.
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

