Hits: 134

Alya Rizky Fitriani / Alvira Rosa 

Pijar, Medan. Banyak hal mengenai warisan seni Indonesia dan salah satu diantaranya adalah wayang. Wayang sendiri merupakan warisan tertua dan banyak menarik perhatian khalayak dari berbagai negara.

Sebuah seni pertunjukkan pada wayang memiliki ciri khas yang hampir sama dengan seni pertunjukan drama boneka. Bedanya, seni pertunjukkan wayang menyajikan gerakan peraga boneka melalui bayangan yang ada dari balik layar.

Hari wayang nasional jatuh pada tanggal 07 November dan resmi ditandatangani oleh Keputusan Presiden (Keppres) No. 30 Tahun 2018 oleh Presiden Jokowi. Hal ini bersamaan dengan United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang turut menetapkan kesenian wayang Indonesia sebagai warisan budaya tak benda.

Wayang di Indonesia memiliki beragam jenis. Kendati demikian, wayang kulit merupakan jenis wayang yang paling melegenda serta dikenal luas oleh masyarakat. Wayang kulit sendiri sering ditampilkan di daerah Jawa, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Bahannya terbuat dari kulit sapi atau kambing serta dibentuk pipih dan tipis.

Pertunjukan wayang yang sukses dan memukau hati masyarakat tentu saja tidak terlepas dari kinerja sosok dibalik layarnya. Penampilan ciamik dari pemutaran boneka tradisional ini ialah berkat seorang ahli cerita dalam lakon wayang yang disebut sebagai dalang.

Seorang dalang berperan begitu penting sebagai juru penghibur. Hal ini dilihat melalui gerakan wayang dan cerita yang dibawakan. Selain itu, dalang juga memiliki peran penting dalam mengekspresikan dan menggambarkan suasana dari setiap kisah yang diceritakan.

Beberapa manfaat dari pengelolaan warisan budaya wayang ini antara lain sebagai sarana informasi. Artinya, pertunjukkan wayang merupakan sebuah bentuk media yang tepat untuk menghubungkan tradisi budaya dengan manusia itu sendiri.

Selain itu, manfaat terpenting pelestarian warisan seni Indonesia ialah untuk meningkatkan hubungan sosial antara manusia. Hal ini dilihat dari segi penonton wayang yang berasal dari berbagai usia.

Implementasi dalam semangat memperingati hari wayang setiap 07 November bisa dilakukan dengan cara melestarikan seni pertunjukkan wayang. Setiap masyarakat bisa melestarikannya dengan cara mengadakan, mendatangi, dan menikmati pertunjukkan wayang. Oleh karena itu, langkah sederhana yang bisa dilakukan, terutama bagi anak muda, ialah dengan mempelajari dan menonton pertunjukan wayang.

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment