Hits: 86
Nailah Yudi / Deswita Fajarani
Pijar, Medan. Pada Senin (24/10/22), Bijakonsumsi melakukan kampanye bertema “Sustainable Fashion” dengan tagline “stay classy and keep the sustainability”. Kampanye dilaksanakan pukul 10.00 – 18.00 WIB secara langsung di Pendopo FISIP USU dan secara daring melalui Instagram @bijakonsumsi.
Kampanye tukar baju bertujuan untuk mengurangi limbah tekstil dengan tidak mengeluarkan uang untuk membeli pakaian baru. Hal ini dilakukan juga untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa USU tentang kondisi lingkungan, sehingga tidak harus memiliki pakaian baru hanya untuk sekadar ikut tren.
“Campaign ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa USU agar lebih memperhatikan kesehatan bumi dengan mengurangi risiko penumpukan sampah tekstil yang diwujudkan dalam bentuk kampanye tukar baju,” terang Iffah selaku panitia acara.
Aksi kampanye dilakukan dengan menukar baju yang masih layak pakai. Adapun ketentuannya, baju yang diberikan kepada panitia ditukarkan dalam bentuk kupon. Setelah itu, partisipan dapat memilih baju sesuai dengan jumlah kupon yang dimiliki.

(Fotografer: Deswita Fajarani)
Aksi tukar baju ini mengundang antusiasme para partisipan, di antaranya Sakhira dan Zian. “Kesan dan pesan aku mengikuti campaign ini adalah bisa mendapatkan baju baru tanpa mengeluarkan uang dan juga bisa membantu sesama. Harapan untuk acara ini adalah dapat sukses dan orang-orang bisa mencontoh gerakan positif ini. Kita tidak harus menumpuk baju, kita juga bisa barter sama orang lain,” ungkap mereka.
Selain untuk mengurangi penumpukan sampah tekstil yang ada di bumi, kampanye ini juga bertujuan untuk membudayakan gaya hidup zero waste dengan menggunakan rumus menolak (reject), mengurangi (reduce), menggunakan kembali (re-use), mengganti (replace), memperbaiki kembali (repair) dan mendaur ulang (recycle).
Melalui kegiatan Bijakonsumsi ini, panitia berharap mahasiswa USU dapat menerapkan tema kampanye, yakni “Sustainable Fashion” dalam bentuk apapun, termasuk mendaur ulang pakaian dan mengurangi perilaku konsumtif.
(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

