Hits: 68
Rais Sihombing / Yoga Tri Haditya
Pijar, Medan. Kantor Urusan Internasional (KUI) USU mengadakan acara “Workshop Traditional Dance, Summer Course International Fun Break 2021”. Kegiatan yang diadakan di Hotel Saka ini berlangsung dari tanggal 6-7 November 2021.
Acara ini diikuti oleh sebanyak 8 peserta yang merupakan mahasiswa luar Indonesia yang sedang melakukan program exchange di beberapa universitas di Sumatera Utara dan Aceh. Sebelumnya, kegiatan ini sempat ditunda penyelenggarannya akibat situasi pandemi yang melanda.
Agenda di hari pertama diawali dengan kata sambutan dari kepala KUI USU beserta perwakilan dari Fakultas Ilmu Budaya USU. Kemudian, acara dilanjutkan dengan kuliah yang dibawakan oleh dua pemateri yaitu Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S dan Dr. Rudy Sofyan, S. S., M.Hum.

“Sebagai indikator kinerja utama universitas, pimpinan kembali mengarahkan kami untuk mengadakan acara ini. Perbandingan pun kami rasakan dengan agenda yang sama pada tahun sebelumnya, yang biasanya diselenggarakan selama dua minggu kini hanya dua hari. Kami juga bekerja lebih keras melakukan efisiensi baik dari segi dana, agenda, dan juga manajemen waktu,” ungkap Dr. Esther Sorta Mauli Nababan M.Sc selaku kepala KUI USU.
Setelah proses check-in, acara workshop dimulai dengan mengundang beberapa instruktur untuk membimbing jalannya penyampaian materi kepada para peserta. Beberapa tarian dari suku Melayu, Karo, dan Nias menjadi pokok utama dari kegiatan ini. Serangkaian acara tersebut ditutup dengan sesi coffee-break.
Pada hari kedua, peserta mengikuti city tour yang diadakan oleh panitia untuk memperkenalkan Kota Medan. Kunjungan dilakukan ke situs bersejarah seperti istana maimun dan museum Tjong A Fie.
Salah satu peserta, yaitu Tata, seorang mahasiswi yang berasal dari Afrika Selatan mengungkapkan kekagumannya atas istana maimun dan museum Tjong A Fie.
“Maimun palace is a very amazing place, and I also got new information that there is an 11 years old boy who can become king. As well as the Tjong A Fie museum, I can see relics used by people in the past. I am very happy and proud to be able to participate in this activity.”
“Istana maimun adalah tempat yang sangat menakjubkan, dan saya juga dapat informasi baru bahwa ada seorang anak baru berusia 11 tahun yang dapat menjadi raja. Begitu juga dengan museum Tjong A Fie, saya bisa melihat barang barang peninggalan yang digunakan orang di masa lalu. Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti aktivitas ini,” kata Tata.
Esther, selaku ketua KUI USU berharap agar mahasiswa USU juga dapat berpartisipasi dalam acara-acara yang diadakan oleh pihak universitas. Menurutnya, mengikuti kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan dan membangun relasi serta jaringan baru dengan orang-orang dari luar negara kita.
Setelah berkeliling Kota Medan, para peserta bersama panitia kembali ke hotel untuk makan siang bersama. Acara pun ditutup dengan agenda closing ceremony dan farewell session.
(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

