Hits: 474

Pijar, Medan. Dalam sebuah organisasi, kedisiplinan adalah salah satu faktor terpenting dalam peningkatan kinerja pegawai, baik organisasi bisnis maupun pemerintahan. Berbagai upaya dilakukan organisasi untuk meningkatkan kedisiplinan anggota organisasinya, termasuk Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Bagaimanakah upaya yang dilakukan Pemko Medan dalam meningkatkan kedisiplinan bagi pegawainya?

Pemerintah Kota Medan menggunakan aplikasi E-Kinerja sebagai salah satu upaya peningkatan kedisiplinan dalam hal pelaksanaan tanggung jawab kerja.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, pada Pemko Medan bagian BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), menunjukkan bahwa seluruh pegawai menginput pekerjaannya melalui aplikasi E-Kinerja.

Setiap harinya, pegawai akan menginput pekerjaan yang telah dilaksanakan. Kemudian, atasan akan langsung mengecek dan memverifikasi apabila pekerjaan yang diinput tersebut sudah sesuai.

Saat wawancara bersama salah satu Kepala Subbidang Pelaporan di BPKAD, Dedy Syahputra, ia mengatakan bahwa seluruh pegawai menginput pekerjaan di Aplikasi E-Kinerja setiap harinya.

“Setiap pegawai di bidang akuntansi mempunyai bagian tugas yang disebut SKP, SKP ini dibuat per 6 bulan. Selain itu, Pemerintah Kota Medan menggunakan E-Kinerja yang diisi oleh masing- masing pegawai. Jadi setiap harinya pegawai akan melakukan input pekerjaan apa yang dilakukan setiap hari. Kemudian atasan akan langsung memverifikasi pekerjaan yang sesuai,” jelasnya.

Dengan adanya sistem ini, pegawai akan lebih terkontrol setiap harinya. Selain itu, kinerja pegawai akan terlihat melalui sistem E-Kinerja ini. Apabila terjadi pelanggaran, pegawai akan mendapat sanksi berupa pemotongan gaji. Besaran pemotongan gaji telah ditetapkan oleh Pemko Medan dan disesuaikan dengan keterlambatan penyelesaian pekerjaan tersebut.

(Penulis merupakan mahasiswa/mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara yang terdiri atas Winda Sri Wahyuni, Jihan Fahira, Bela Safira, Evi Ramayani, dan Melly Rahmadani)

Leave a comment