Jenni Sihombing

Pijar, Medan. Kamis, 18 Juni 2020 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Universitas Riau, Bahana Mahasiswa, kembali mengadakan webinar melalui platform Zoom. Kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pihak Bahana Mahasiswa ini, bertujuan sebagai sarana untuk belajar dan berdiskusi bersama-sama. Bertemakan ‘Menulis Opini bareng Windu’, kegiatan kali ini menghadirkan Windu Jusuf, seorang Redaktur Opini Tirto.id.

Sesuai dengan temanya, kegiatan ini membahas mengenai bagaimana menulis opini yang baik. Kegiatan virtual ini diawali dengan pertanyaan mengenai pengertian opini, yang dilontarkan oleh windu kepada para peserta. Opini merupakan sebuah pendapat yang tetap harus didasarkan oleh pengetahuan, argumen yang kuat, bersifat perspektif serta dapat dibuktikan. Opini yang tujuannya adalah untuk memenangkan pendapat, harus dituliskan dengan se-persuasif mungkin.

Windu menjelaskan, untuk memenangkan sebuah opini di tengah banyaknya opini dari suatu isu, pertama opini harus mengeluarkan permasalahan yang sedang diperbincangkan masyarakat. Kemudian, apa perspektif yang sudah ditawarkan dan yang belum ditawarkan serta kelemahannya. Tambahnya lagi, kita harus punya kemauan yang kita tawarkan dengan menyampaikan argumen, perspektif dan juga bukti.

Webinar yang berjalan selama hampir dua jam dimulai pukul 15.00 WIB ini, berlangsung dengan sesi tanya jawab dari para peserta kepada redaktur tirto.id Windu Jusuf.

“Dalam menulis sebuah opini, hal yang paling penting adalah kita harus membaca berita, dan harus mengetahui time life suatu peristiwa. Jadi kita harus berpacu dengan waktu kecuali untuk isu yang bersifat jangka panjang,” jelas Windu.

Ia juga menambahkan bahwa isu yang terkait menjadi hal yang penting dalam menulis opini. “Menghubungkan isu sesuai yang dibicarakan oleh banyak orang, menjadi sebuah hal yang sangat penting karena  hal itu akan dinilai dengan persepsi banyak orang.”

Suatu tulisan bisa saja menarik karena cara presentasinya memakai referensi buku, film dan lain-lain. Bahkan, bisa saja karena sejak awal memang memiliki prestasi yang berbeda dengan media lain atau cara penulisan yang unik.

Sebuah opini yang benar akan dianggap keliru apabila muncul pada zaman yang salah. Saat menulis opini kita harus menuliskan sesuai dengan fakta-fakta yang jelas dan tepat. Pada akhir sesi, ia mengungkapkan bahwa tulisan yang dibuat harus berdasarkan fakta dan argumennya tidak harus mengikuti arus. “Tulisan yang unik bukan berarti harus punya fakta yang baru tetapi bisa jadi karena argumennya yang unik atau bahkan orangnya yang unik”.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

Leave a comment