Membangun Universitas Madina sebagai Langkah Awal Pembangunan Mandailing Natal

Sumber foto: Instagram.com/madinakopibareng

Esra Natalia Margaretha          

Pijar, Medan. Mandailing Natal merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, manusia dan budayanya. Sehingga tidak sedikit orang yang menginginkan Mandailing Natal dapat menjadi daerah yang lebih maju.

Mengenai hal tersebut, beberapa civitas academika Universitas Sumatera Utara membentuk sebuah program yang nantinya akan membahas lebih lanjut mengenai daerah yang lebih dikenal dengan sebutan Madina ini. Program yang diberi nama Madina Kopi Bareng (MAKOBAR) ini untuk pertama kalinya telah dilaksanakan pada Selasa (09/02) dalam bentuk webinar melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Makobar Indonesia.

Pada episode pertama Makobar ini, tema pembahasan yang diambil adalah “Universitas Madina, Mungkinkah dan Kapan?” dan diskusi ini dipandu oleh Syafruddin Pohan, Ph.D yang juga merupakan seorang dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Sumatera Utara. Pemilihan temanya bermaksud untuk mendiskusikan mengenai kemungkinan akan didirikannya sebuah universitas di daerah Mandailing Natal.

Diskusi ini juga turut mengundang Prof. Dr. Bismar Nasution, SH., MH. yang merupakan seorang Guru Besar Ilmu Hukum Ekonomi di Universitas Sumatera Utara dan juga Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. yang merupakan Rektor Universitas Sumatera Utara. Keduanya ikut berdiskusi membahas adanya kemungkinan akan didirikannya Universitas di Mandailing Natal. Bahkan Bismar mengatakan bahwa lahan untuk dibangunnya Universitas tersebut sudah ada di dua lokasi, yaitu di Panyabungan dan juga di Kotanopan.

“Lahan sudah ada, kita sebetulnya dengan tokoh-tokoh Mandailing Natal di Jakarta juga sudah menerobos untuk merealisasi Universitas Islam Negeri Madina itu. Jadi kalau kita rencanakan, nanti akan ada Fakultas Kehutanan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan saya memang minta ada Fakultas Hukum disitu,” ujar Bismar dan ia juga menampilkan beberapa foto yang menunjukkan lokasi yang sekiranya akan digunakan sebagai lahan untuk membangun universitas tersebut.

Muryanto, selaku Rektor Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa dalam pembangunan sebuah univeristas, partisipasi masyarakat sangat erat kaitannya dengan perspektif elit. Tentang bagaimana komitmen dan juga pemahaman mereka akan pentingnya dunia pendidikan tinggi.

“Menurut saya kalau soal partisipasi masyarakat ini, keinginan untuk bisa mendirikan sekolah berpendidikan tinggi dan universitas ini memang harus didorong oleh elit, kalau tidak ya nanti tidak akan bisa terwujud,” jelas Muryanto.

Dengan adanya diskusi ini, diharap dapat menjadi salah satu langkah awal dalam rencana pendirian universitas di Mandailing Natal. Kemudian dengan didirikannya universitas di daerah tersebut dapat menjadi stimulan akan kemajuan-kemajuan di bidang pendidikan ataupun bidang lainnya di daerah tersebut, sehingga Mandailing Natal dapat menjadi daerah yang lebih maju lagi.

(Editor: Erizki Maulida Lubis) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *