Pojok Ilustrasi: Ciptakan Karakter Fiksi yang Original

Sumber Foto: Instagram @kelaskreatifid

Griffin Angelina Tobing / Sherenika Azalia

Pijar, Medan. Dalam membuat sebuah karya ilustrasi, para ilustrator tidak jarang mendapatkan masalah dalam hal membuat karakter tokoh utama fiksi. Mulai dari anatomi, latar belakang, hingga pengembangan karakter karya yang orisinil. Para ilustrator memang memiliki kepribadian tersendiri dalam hal membuat sebuah karya, namun tidak jarang ditemukan beberapa hasil karya yang orisinil tetapi memiliki kesamaan keunikan.

Oleh karena itu, @kelaskreatif.id bersama seorang freelance ilustrator dan mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual bernama Mahasmarani, membuka kelas terbuka via platform Zoom meeting pada (16/1) dengan tema “Let’s create your own character” yang ditujukan untuk para ilustrator dan semua orang yang ingin mengetahui cara menciptakan karakter orisinil yang unik, eye catchy, dan memiliki keunikan serta berbeda dengan karakter yang sudah ada.

Original character dapat meningkatkan nilai dari seorang ilustrator untuk dapat mengembangkan karyanya. Dalam pembuatan karakter yang orisinil sendiri, ada beberapa hal yang harus ditekankan sehingga ilustrator berhasil membuat karakter tersebut berbeda dan menonjol dibandingkan dengan karya-karya yang lainnya,” ungkap Mahasmarani dalam pemaparan materi.

Proses penciptaan karakter fiksi yang orisinil membutuhkan beberapa langkah yang cukup fundamental dan kompleks. Langkah pertama, dapat mencari referensi untuk memudahkan pembayangan bentuk dasar serta warna dari tokoh yang akan diciptakan. Kedua, mulailah membuat kerangka konsep dari karakter fiksi yang akan dibentuk. Pada tahap ini, para ilustrator sudah mulai menggambarkan tokoh baik secara digital, maupun manual di kertas. Terakhir adalah pemberian nama dan profil kepada tokoh fiksi guna menghidupkan dan membuat suasana nyata dari karakter tersebut.

Setelah siap menggambar tokoh karakter fiksi, ilustrator dapat membumbui karakternya dengan memberi latar belakang tokoh dan mengembangkan tokoh dengan membuat kelebihan ataupun hal yang menarik mengenai tokoh tersebut. Dengan begitu, karakter tokoh memiliki sesuatu yang berbeda serta unik. Itulah beberapa hal yang harus ditekankan sehingga karakter yang orisinil dapat dikatakan matang.

“Art it’s not what you see, but what you make others see”, ujar Mahasmarani diakhir pemaparan materi.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *