Annisa Van Rizky

Pijar, Medan. Kondisi pandemi Covid-19 membuat LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menyelenggarakan Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa (Pena Persma) 2020 untuk pertama kalinya secara daring. Pena Persma adalah Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diadakan setiap tahunnya dan diikuti oleh beberapa Lembaga Pers Mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari (14 Desember – 17 Desember 2020) melalui platform Zoom meeting dengan mengangkat Tema “Jurnalisme Multimedia” yang diikuti oleh 35 peserta dari 19 Persma se-Indonesia. Acara ini resmi dibuka oleh Dr. H. Nisful Khairi, M.AG selaku Wakil Rektor III UIN SU pada (14/12).

LPM Dinamika menghadirkan 4 pemateri handal yang akan mengisi rangkaian kegiatan PJTLN, diantaranya ada Ahmad Supardi (Jurnalis Mongabay Indonesia), Nana Riskhi Susanti (Head of Multimedia Tempo.co), Zulfikar Epriyadi (Kreator Multimedia Tempo.co), dan Joe Handaya (Web & Seo Manager Ruang Guru).

Di hari pertama (14/12) materi diisi oleh Ahmad Supardi yang membahas tentang Feature Lingkungan. Jurnalisme lingkungan adalah usaha menyampaikan seruan kepada masyarakat agar mampu berpartisipasi dalam gerakan menyelamatkan kelestarian lingkungan hidup. Lewat pelatihan ini para peserta diharapkan dapat mengolah data yang berkaitan dengan Jurnalisme Lingkungan dan kemudian dikemas dalam bentuk Feature, bisa itu dalam bentuk Feature Sains dan akan dikombinasikan ke dalam bentuk Feature lainnya.

Selesai dengan pemaparan materi, para peserta diminta untuk melakukan Simulasi Feature Lingkungan yang kemudian akan di evaluasi oleh pemateri. Setelah mendapatkan pelatihan Feature di hari pertama, di hari kedua (15/12) pelatihan diisi oleh Nana dengan materi Narator Berita dan Zulfikar dengan materi Videografi dan Video Editing.

Nana mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya pelaksanaan pelatihan Jurnalistik ini, “Saya senang sekali teman-teman semua terus memperbaharui ilmu dan juga informasi tentang dunia jurnalistik dan hari ini tentang Jurnalistik Multimedia. Saya ingin berpesan kepada teman-teman bahwa Jurnalistik multimedia adalah masa depan jurnalistik di Indonesia dan juga di dunia,” ucapnya.

“Tetaplah terus menulis dan mengabarkan berita yang informatif serta berdampak ke masyarakat karena mahasiswa adalah harapan untuk menyuarakan kebenaran agar pemerintah dan orang-orang yang menyalahi aturan yang ada di Indonesia itu juga bisa mendapatkan hukuman secara sosial lewat pemberitaan-pemberitaan sosial kita,” tambahnya.

Rangkaian pelatihan di hari kedua ditutup dengan masing-masing peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok untuk ditugaskan dalam membuat Video Feature dengan tema yang berbeda-beda yaitu diantaranya, tema lingkungan, pendidikan, politik, ekonomi, sosial dan budaya, kesehatan, dan teknologi. Oleh karena itu, di hari ketiga (16/12) para peserta diberi waktu dalam mengerjakan video feature tersebut hingga pukul 20.00 WIB.

“Pelatihan Videografi Jurnalistik yang diisi oleh Zulfikar Epriyadi, Kreator Multimedia Tempo.co (15/12).” (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Kegiatan di hari keempat (17/12) dimulai dengan menonton bersama-sama, hasil video feature masing-masing kelompok dan kemudian di evaluasi oleh Zulfikar. Setelah itu, kegiatan di hari terakhir ini dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pengelolahan web oleh Joe Handaya. Joe mengungkapkan bahwa penting bagi kita mengenal tentang SEO (Search Engine Optimization). Ia menjelaskan untuk membuat website menjadi SEO Friendly adalah dengan memperhatikan penempatan keyword di dalam artikel, meta description, keyword density, dan lainnya.

Elfrida Nur Cahyani, salah satu peserta dari LPM Justissica FH, Universitas Muhammadiyah Surakarta mengungkapkan kesannya setelah mengikuti rangkaian kegiatan Pena Persma 2020 selama 4 hari, “Seru banget dan kru dinamika juga bisa bangun suasana biar tidak bosan. Teman-teman LPM lain juga pada ramah-ramah banget. Pelatihan yang paling menarik sih adalah pelatihan narator berita, soalnya aku jadi tahu gitu bagaimana jadi narator itu. Semoga kita semua ada kesempatan buat ketemu secara langsung!” ucapnya.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment