Grace Kolin

Pijar, Medan. Sabtu (11/2) SMK Sultan Iskandar Muda menggelar Gelar Karya 2017 di Lapangan Basket Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda dengan tema “Berkarya Dalam Keberagaman.”Acara tahunan kedua kalinya ini hadir sebagai bentuk perpaduan antara kreativitas dengan keberagaman.

Berbagai penampilan dan atraksi menarik mewarnai panggung dan karpet merah yang digelar di tengah tenda, mulai dari pertunjukan tari, menyanyi, angklung, paduan suara, pameran fotografi dan desain vector, carnaval kreasi kostum budaya Indonesia, sosialisasi aplikasi e-Polisi berbasis android, hingga pertandingan semifinal lomba vocal solo, beatbox, fotografi, drawing dan dance.

Tamu spesial yang diundang kali ini adalah Putri Pariwisata Sumatera Utara, Putri Desi Natalia dan Duta Humas Polda Sumut, Aditya Kurnia. Mereka mensosialisasikan penggunaan aplikasi e-Polisi kepada anak-anak sekolah. Tujuannya agar pelaporan kejadian menjadi lebih cepat dan efisien lewat teknologi canggih android. Aplikasi e-Polisi merupakan fitur terbaru Polda Sumut yang baru saja diresmikan oleh Kapolri Tito Karnavian pada tanggal 5 Februari lalu.

Agenda Gelar Karya yang paling ditunggu-tunggu adalah parade carnaval sebelas kostum budaya Indonesia yang dikreasikan dari barang bekas. Kostum yang diparadekan merepresentasikan keberagaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tak berhenti sampai disitu, para model melakukan pawai keliling disekitar rute Jalan Sunggal pada waktu tengah hari. Dan hal yang tak kalah seru untuk dilewatkan adalah berbelanja dan menikmati hasil karya siswa SMK Sultan Iskandar Muda yang dipajang di stand bazaar yang telah disediakan seperti bouqet bunga, pakaian, es krim dan makanan khas Indonesia.

Seorang siswa sedang memandang karya seni dalam pameran kegiatan gelar karya SMK Sultan Iskandar Muda, Sabtu (11/2). Fotografer : Muhammad Kurniawan
Seorang siswa sedang memandang karya seni dalam pameran kegiatan gelar karya SMK Sultan Iskandar Muda, Sabtu (11/2).
Fotografer : Muhammad Kurniawan

“Inilah yang diharapkan pemerintah kita saat ini. Untuk menggali dan bisa menghasilkan devisa negara. Kontribusi daripada ekonomi kreatif sangat besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. Dalam lima tahun kedepan, ini akan menduduki tangga yang kedua setelah pajak dalam menerima dana pembangunan Indonesia. Nah, kalo sudah demikian kenapa itu dijadikan nomor dua, karena minyak dan gas kita dalam sepuluh tahun kedepan akan habis. Tentu yang dibutuhkan adalah bagaimana para generasi muda yang kreatif dan inovatif ini bisa memberikan sumbangan bagi pengembangan pariwisata yang memang alam Indonesia yang sangat indah. Bukan indah saja, tetapi Indonesia memiliki keberagaman yang luar biasa,” ujar dr. Sofyan Tan dalam kata sambutan. Beliau juga mengatakan, dibalik keberagaman yang ada, Indonesia harus merawat keberagaman tersebut. Keberagaman bisa dirawat apabila kita hidup bersama dengan damai dalam keberagaman.

1 Comment

  • Maajid Jati Laksamana
    Posted 7 Maret 2017 21:32 0Likes

    menurut saya informasi diwebsite ini sangat menarik apabila anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana cara berbicara didepan umum silahkan kunjungi website di bawah ini
    http://fikom.gunadarma.ac.id/

Leave a comment