Hits: 12

Grace Kolin

Pijar, Medan. Jumat, (28/10) Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda Jong Bataks Festival Arts #3 memasuki hari terakhir. Acara ini bertempatkan di Taman Budaya Sumatera Utara dengan  mengusung tema “Memaknai, Merawat dan Menghidupkan Tradisi”. Jong Bataks Festival Arts #3 hadir sebagai transformer ingin menggugah hati pemuda untuk berbuat terhadap bangsa ini. Selama tiga tahun berturut-turut sebagai ajang promosi kebudayaan, panitia Jong Bataks menghadirkan suasana kebudayaan lokal sebagai nilai yang dapat diserap pemuda untuk melestarikan kearifan lokalnya.

“Pertama bahwa, anak muda Medan Sumatera Utara sudah memiliki satu event, story, forum pertemuan pertama dalam konteks kesenian. Kita bisa bertemu disini. Walau lintas suku, lintas agama, lintas ras, kita bisa berkumpul disini. Memperlihatkan atau mengapresiasi pertunjukan dari teman-teman yang pentas. Kedua, kegiatan ini menjadi event yang berskala nasional,” Ujar Marojahan Andrian Manalu, Direktur Jong Bataks Festival dan Rumah Karya Indonesia. Andrian mengungkapkan bahwa event ketiga ini bukanlah kegiatan terakhir Jong Bataks dan akan selalu mengupayakan agar festival kebudayaan seperti ini dapat berlanjut bahkan menjadi event nasional.

Adapun kegiatan pada hari ke-4 adalah lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD, penampilan tari-tarian Yayasan Perguruan Sidorame, Dongan’s project, Ugamo Batak dan Parmalim. Ada pula pertunjukan musik dari Kenduri Kopi, Sanggar Idaman Binjai, Rizkha & Friends, M Clarock, Equaliz, Simalem Arts, Medan Blue Society, GMC Didong Gayo, Trumpetezra, Bale Marojahan, Boraspati Band, serta kolaborasi musik Topeng dari De Tradisi Band, kemudian penampilan teater ‘Teater 01 Universitas Simalungun’, dan penampilan puisi dari Tampe Mangaraja Silaban dan Agus Susilo. Sedangkan pada malam harinya, ada pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, laporan akhir dari Direktur Jong Bataks Arts Festival #3, kata sambutan staf Badan Ekonomi Kreatif, dan kata sambutan dari Walikota Medan.

Seorang pengunjung sedang berfoto dengan salah satu lukisan yang dipamerkan dalam Pameran Seni Rupa Jong Bataks Festival Arts #3 (28/10)
Seorang pengunjung sedang berfoto dengan salah satu lukisan yang dipamerkan dalam Pameran Seni Rupa Jong Bataks Festival Arts #3 (28/10)

Selain itu, panitia Jong Bataks juga melakukan pawai karnaval kebudayaan yang melewati rute Taman Budaya- Masjid Raya- Lapangan Merdeka dan kembali ke Taman Budaya. Kegiatan karnaval ini dilaksanakan pada pukul 16.15 WIB dengan mengarak-arak Topeng di atas mobil pick up, kemudian akan ada angkutan peserta karnaval dengan mobil odong-odong dan becak mesin.

“Pesan saya, anak muda silahkan berbuat. Lakukan sesuatu hal apa saja yang musti dipilih, jangan takut salah. Sama seperti kebudayaan, kalau kita tidak berbuat dengan kebudayaan, takut salah dengan kebudayaan, tidak ada yang bisa memahami dan mempelajari kebudayaan itu. Dari perbuatan kita, yang kita kelola, itu akan ketahuan, apakah kita salah atau bagaimana. Jadi buat anak-anak muda terkhusus di Medan, Sumatera Utara, silahkan berpoligami dengan kebudayaan, berbuatlah sebagus mungkin, dengan tidak mengurangi nilai yang terkandung di dalamnya.” Kata Andrian ketika ditanyai pesan-pesan seputar hari Sumpah Pemuda.

BEKRAF yang hadir dalam festival kebudayaan Jong Batak ke-3 tersebut mengapresiasi kegiatan ini dan akan selalu mendukung untuk Jong Bataks Festival Arts selanjutnya. Jong Bataks Festival Arts #3 yang didukung oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) ini memiliki harapan yang besar agar pawai budaya selama ini dapat menjadi kegiatan yang di  apresiasi dan di perhatikan oleh pemerintah.

Leave a comment