Puspita Oktarinanda Azmi

 

Senjaku…

Langkah itu berdecik

Tepisan angin mendesakku pergi

 

Kaki berpijak dalam,

Raga memaksaku melangkah

mengikuti angin

 

Senjaku…

Telepon genggam seakan berdering

Tak ada getaran memanggil

 

Senjaku…

Setumpuk harapan kosong

Ditelan masuk melewati kerongkongan

Tanpa tersisa bentuk yang semu

 

Senjaku…

Ku mulai jernih berfikir

Mereparasi ulang otakku

Penuh bekas yang tak ada wujud dan makna

 

Leave a comment